Sampah Masyarakat Trenggalek Meningkat Setelah Idul Fitri, Pemerintah Belum Bisa Tindak Tegas
Persoalan sampah di Kabupaten Trenggalek begitu sulit untuk diatasi. Satu sisi, kebanyakan masyarakat Trenggalek belum terbiasa mengelola sampah dan mengurangi produk kemasan plastik. Sementara di sisi lain, pemerintah hanya bisa melakukan imbauan tanpa tindakan tegas. Hal itu disampaikan Doni Hendrianto, Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pembuangan Akhir (UPT TPA) Sampah Trenggalek. Ia mengu...
W
Wahyu AO
25 Apr 2024 • 07:29 WIB
Persoalan sampah di Kabupaten Trenggalek begitu sulit untuk diatasi. Satu sisi, kebanyakan masyarakat Trenggalek belum terbiasa mengelola sampah dan mengurangi produk kemasan plastik. Sementara di sisi lain, pemerintah hanya bisa melakukan imbauan tanpa tindakan tegas.
Hal itu disampaikan Doni Hendrianto, Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pembuangan Akhir (UPT TPA) Sampah Trenggalek. Ia mengungkapkan, sampah yang dibuang oleh masyarakat meningkat 5 ton per hari setelah perayaan Lebaran Idul Fitri 2024. Jumlah sampah bisa mencapai sekitar 48 ton, yang kebanyakan adalah sampah plastik.
Padahal, sebelumnya pihak UPT TPA Sampah di bawah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Trenggalek, telah mengimbau masyarakat untuk meminimalisir sampah di lebaran Idul Fitri 2024.
Doni menyebutkan, imbauan itu berdasarkan Surat Edaran Bupati Trenggalek Nomor 294 Tahun 2024 Tentang Pengendalian Sampah Pada Kegiatan Ramadhan Dan Lebaran Minim Sampah 2024.
Dalam surat edaran itu, Bupati Trenggalek mengimbau jajaran serta masyarakat dalam Ramadhan Minim Sampah, dengan:
- Menggunakan wadah reuseable (dapat digunakan kembali) untuk menyimpan makanan dan minuman seperti botol minum dan tempat makan;
- Menghindari penggunaan plastik atau Styrofoam untuk mengemas makanan dan minuman;
- Mengurangi pembelian makanan dan minuman yang dikemas dalam kemasan plastik dan Styrofoam;
- Membeli dan menyediakan makanan dengan jumlah yang tepat agar menghindari sisa makanan yang terbuang sia-sia;
- Memilih bahan makanan yang tahan lama atau tidak mudah busuk seperti kue kering, biskuit atau buah yang sudah dikeringkan;
- Memilah dan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat dijadikan kompos atau pupuk, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang dan disalurkan kepada bank sampah terdekat.
- Menggunakan sajadah yang bersih dan hindari alas sholat berbahan plastik sekali pakai;
- Membawa tas atau wadah khusus untuk membuang sampah seperti kertas bekas takbir, koran bekas sholat, bungkus makanan atau kemasan minuman;
- Menggunakan wadah reuseable (dapat digunakan kembali) untuk menyimpan makanan dan minuman seperti botol minum dan tempat makan;
- Menyediakan makanan dengan jumlah yang tepat agar menghindari sisa makanan yang terbuang sia-sia;
- Mengambil makanan dan minuman secukupnya dan selalu menghabiskan makanan dan minuman (Makan dan Minum Tanpa Sisa);
- Memilah dan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat dijadikan kompos atau pupuk, sedangkan sampah an-organik dapat didaur ulang disalurkan kepada bank sampah terdekat.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement