Ribuan Guru TK Bikin Alun-alun Trenggalek Berubah Jadi Panggung Tari
Sebanyak 1.060 guru TK dari seluruh Trenggalek menampilkan Tari Trenggalek Kinasih secara massal dalam peringatan HUT ke-76 IGTKI PGRI.
08 Jun 2026 • 12:00 WIB
Guru TK Trenggalek menari di alun-alun. KBRT/Zamz
Ringkasan
- 1.060 guru TK menari bersama di Alun-alun Trenggalek.
- Tari Trenggalek Kinasih dipilih karena menggambarkan keindahan daerah dan karakter masyarakat.
- Perayaan HUT ke-76 IGTKI juga diisi senam, potong tumpeng, dan permainan kelompok.
TRENGGALEK — Pemandangan tak biasa terlihat di Alun-alun Trenggalek, Sabtu pagi. Ribuan guru taman kanak-kanak kompak memenuhi kawasan tersebut, bukan untuk mengikuti upacara ataupun aksi sosial, melainkan menari bersama dalam satu koreografi besar.
Sebanyak 1.060 guru TK dari berbagai kecamatan di Trenggalek menampilkan Tari Trenggalek Kinasih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Trenggalek.
Dari kejauhan, lautan selendang yang digerakkan serempak para peserta membuat suasana alun-alun berubah layaknya panggung pertunjukan terbuka. Aksi tersebut menjadi puncak perayaan yang telah disiapkan oleh para guru TK se-Kabupaten Trenggalek.
Advertisement
Ketua IGTKI Trenggalek, Siti Choiriyah, mengatakan tema peringatan tahun ini menegaskan pentingnya kesejahteraan guru TK sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
"Hari ini adalah hari ulang tahun IGTKI PGRI ke-76. Di mana di usia yang ke-76 sesuai dengan tema 'Guru TK Sejahtera Pendidikan Taman Kanak-kanak Berkualitas Sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun' sangat relevan'," ujarnya.
Menurut Choiriyah, Tari Trenggalek Kinasih dipilih karena dianggap merepresentasikan identitas daerah, mulai dari potensi alam hingga karakter masyarakatnya yang dikenal ramah.
"Memilih Tari Trenggalek Kinasih karena tari Trenggalek Kinasih merupakan tarian yang menunjukkan keindahan alam Kota Trenggalek, kota wisata," katanya.
Ia menambahkan, tarian tersebut juga menggambarkan nilai-nilai yang selama ini melekat pada masyarakat Trenggalek.
"Semua kelebihan-kelebihan yang ada di alam Trenggalek, termasuk budi dan karakter orang-orang Trenggalek," bebernya.
Menariknya, persiapan tari massal itu tidak membutuhkan waktu lama. Para guru disebut sudah cukup familiar dengan gerakan yang dibawakan sehingga latihan hanya dilakukan beberapa kali sebelum tampil.
Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi para guru TK dari 14 kecamatan. Setelah tari massal selesai, peserta melanjutkan kegiatan dengan berbagai permainan kelompok yang disiapkan panitia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, mengapresiasi kreativitas para guru TK yang memeriahkan peringatan HUT IGTKI dengan cara yang berbeda.
"Alhamdulillah kita melaksanakan peringatan hari ulang tahun di IGTKI 76 tahun. Dengan berbagai kreativitas guru TK se-Kabupaten Trenggalek," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kompetensi maupun kesejahteraan guru TK agar kualitas pendidikan anak usia dini semakin baik.
"Ya untuk pembinaan dan pembinaan kita untuk meningkatkan kompetensi. Pun juga terus memperjuangkan kesejahteraan kepada guru TK," kata Agus.
Pada momentum ulang tahun IGTKI ke-76, Agus juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam proses belajar mengajar.
"Selain itu juga kualitas-kualitas belajar mengajar di sekolah lembaga TK ditingkatkan," imbuhnya.
Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan seremoni peringatan HUT, pemotongan tumpeng, hingga pertunjukan tari massal yang berlangsung sekitar 20 menit.
Ribuan guru tampak kompak mengenakan seragam kasual lengkap dengan selendang dan aksesori kepala yang digunakan selama pertunjukan.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
825 Relawan Guru di Trenggalek Masih Menggantung, Sudah Mengabdi tapi Belum Punya Kepastian
Vonis 6 Bulan Kasus Penganiayaan Guru, Kuasa Hukum: Ini Bukan Soal Balas Dendam, Tapi Keadilan
Vonis 6 Bulan, PGRI Trenggalek Sebut Putusan Diluar Perkiraan Lebih Tinggi dari Tuntuan
Jelang Sidang Putusan Kasus Kekerasan Guru, PGRI Trenggalek: Estimasi Aksi Solidaritas 900 Massa
Solidaritas Menggema di PN Trenggalek, Ratusan Guru Kawal Sidang Kekerasan