Guru Asal Tulungagung Tewas usai Motor Masuk Jurang di Jalur Suruh-Dongko Trenggalek

Seorang guru asal Tulungagung meninggal dunia setelah motor yang dikendarainya hilang kendali hingga masuk jurang di jalur Suruh-Dongko, Trenggalek.

Guru Asal Tulungagung Tewas usai Motor Masuk Jurang di Jalur Suruh-Dongko Trenggalek

Guru Kecelakaan di Dongko Trenggalek. KBRT/Satlantas

Ringkasan

  • Guru asal Tulungagung meninggal dunia setelah motor yang dikendarainya masuk jurang di jalur Suruh-Dongko, Trenggalek.
  • Polisi menduga kecelakaan dipicu hilangnya konsentrasi pengendara saat melintasi tikungan.
  • Hasil olah TKP menunjukkan kondisi jalan, cuaca, dan kendaraan dalam keadaan baik.

TRENGGALEK – Perjalanan seorang guru asal Kabupaten Tulungagung berakhir tragis di jalur Suruh-Dongko, Kabupaten Trenggalek. Pria berusia 38 tahun itu meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya hilang kendali, menabrak pohon, lalu terperosok ke jurang, Senin (20/07/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Moh. Zaki Khaidar Aris (38), warga Desa Mergayu, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario 150 bernomor polisi AG-2318-REJ seorang diri.

Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Kharisma Afriansyah mengatakan, kecelakaan tunggal itu terjadi di Jalan Raya Suruh-Dongko, tepatnya di Desa Gading, Kecamatan Suruh.

Advertisement

Menurut hasil penyelidikan awal, korban melaju dari arah selatan menuju utara. Ketika melintasi ruas jalan yang menikung, sepeda motor tiba-tiba oleng ke sisi kiri hingga keluar badan jalan dan masuk ke jurang.

"Pengendara sepeda motor Honda Vario 150 bergerak dari arah selatan menuju utara, melewati jalan menikung kemudian kendaraan oleng ke kiri dan terjatuh ke jurang," terang AKP Kharisma, Senin (20/07/2026).

Polisi menduga kecelakaan dipicu karena pengendara kehilangan konsentrasi saat berkendara.

"Pengendara sepeda motor Honda Vario 150 tidak konsentrasi pada saat berkendara sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas," jelasnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya faktor lain yang diduga menjadi penyebab kecelakaan. Kondisi sepeda motor dinyatakan layak jalan, cuaca saat kejadian cerah, sementara kondisi jalan juga dalam keadaan baik tanpa lubang maupun gelombang yang berpotensi memicu kecelakaan.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, mengatakan korban tiba di rumah sakit dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban datang ke RSUD sekitar pukul 08.00 WIB sudah dalam keadaan meninggal dunia. Setelah dilakukan pemulasaraan jenazah, selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban," ujar Sujiono.

Peristiwa ini masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek sebagai bagian dari proses penyelidikan dan pendataan kecelakaan lalu lintas.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait