Polisi Sisir CCTV hingga Data Ibu Melahirkan, Pelaku Pembuangan Bayi di Trenggalek Belum Terungkap

Polres Trenggalek memeriksa lima saksi, menyisir CCTV, dan menelusuri data ibu melahirkan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi di Desa Banaran, Tugu.

Polisi Sisir CCTV hingga Data Ibu Melahirkan, Pelaku Pembuangan Bayi di Trenggalek Belum Terungkap

Polisi masih mengejar pelaku pembuang bayi di Desa Banaran, Tugu. KBRT/Istimewa

Ringkasan

  • Polisi telah memeriksa sekitar lima saksi terkait penemuan bayi.
  • Rekaman CCTV dan data ibu melahirkan ikut disisir untuk mengungkap pelaku.
  • Bayi dalam kondisi sehat, sementara penyelidikan masih terus dikembangkan.

TRENGGALEK - Satreskrim Polres Trenggalek masih bekerja mengejar pelaku yang diduga membuang bayi laki-laki di teras rumah kosong Desa Banaran, Kecamatan Tugu. Meski bayi sudah dipastikan selamat, identitas orang yang bertanggung jawab atas kasus tersebut hingga kini masih menjadi teka-teki dan belum terungkap. 

Untuk mengungkap perkara ini, polisi tak hanya memeriksa saksi di lokasi kejadian. Berbagai langkah penyelidikan juga dilakukan, mulai dari menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, mengecek data ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan, hingga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan.

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Didik Riyanto mengatakan, penyelidikan langsung bergerak setelah laporan penemuan bayi diterima.

Advertisement

"Selain mendatangi TKP, kami juga mencari saksi dari masyarakat. Sampai saat ini sudah ada sekitar empat sampai lima saksi yang kami mintai keterangan," ujar Didik.

Saksi yang diperiksa sementara merupakan warga sekitar lokasi penemuan bayi, termasuk orang yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

Selain menggali keterangan saksi, penyidik juga memastikan kondisi bayi melalui koordinasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Tugu dan RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

"Kami mengambil langkah koordinasi dengan pihak medis, yaitu Puskesmas dan RSUD. Alhamdulillah sampai saat ini bayi dalam keadaan sehat walafiat dan sekarang berada di RSUD," katanya.

Penyelidikan kemudian diperluas dengan menelusuri kemungkinan asal-usul bayi. Polisi mendatangi sejumlah tempat praktik kesehatan untuk mencari informasi terkait perempuan yang diduga baru menjalani persalinan.

Langkah itu dilakukan untuk mempersempit pencarian terhadap sosok ibu yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

"Kami melakukan penyelidikan secara optimal dengan teknik dan pola kami, yaitu mengecek dan cek and recek ke tempat-tempat praktik guna mengetahui siapa ibu hamil yang saat itu melahirkan dan membuang bayi tersebut," jelas Didik.

Tak berhenti di situ, penyidik juga menyisir rekaman kamera pengawas di sejumlah akses jalan menuju lokasi penemuan bayi. Namun hingga kini, petunjuk yang mengarah kepada pelaku masih belum ditemukan.

"Sementara masih belum ada petunjuk. Namun demikian hingga saat ini kami terus mengembangkan penyelidikan, termasuk melakukan pengecekan CCTV yang ada di akses jalan menuju TKP," ujarnya.

Didik menegaskan, sampai sekarang belum ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Seluruh proses masih berada pada tahap penyelidikan sambil melengkapi alat bukti.

"Sampai sekarang masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti agar bisa menelusuri siapa pelakunya," tegasnya.

Polres Trenggalek juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait kasus tersebut.

"Kami selalu terbuka menerima informasi sekecil apa pun dari masyarakat terkait penemuan bayi tersebut," pungkas Didik.

Sebelumnya, bayi laki-laki itu ditemukan di teras sebuah rumah kosong di Desa Banaran, Kecamatan Tugu. Saat ditemukan, bayi masih bertali pusar dan dibungkus kain jarik di dalam sebuah tas. Setelah mendapat penanganan medis di RSUD dr. Soedomo Trenggalek, kondisi bayi dilaporkan stabil dan selanjutnya akan berada dalam perlindungan pemerintah.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait