Pemenang Tender di Trenggalek Diklaim Berimbang, Penyedia Lokal Mampu Bersaing dengan Luar Daerah
PBJ Trenggalek menilai pemenang tender antara penyedia lokal dan luar daerah relatif seimbang, dengan penurunan harga lelang rata-rata 18–20 persen.
19 Jan 2026 • 14:00 WIB
Ilustrasi foto pengerjaan infrastuktur di Trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Pemenang tender lokal dan luar daerah diklaim seimbang.
- Penyedia lokal dinilai kompeten bersaing secara terbuka.
- Rata-rata penurunan penawaran lelang 18–20 persen
KBRT - Pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme tender di Kabupaten Trenggalek diklaim berjalan seimbang antara penyedia lokal dan luar daerah. Pemerintah daerah menilai pelaku usaha lokal mampu bersaing secara kompetitif dalam proses lelang yang digelar secara terbuka.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) atau LPSE Trenggalek, Suprihadi, mengatakan hasil tender yang telah dilaksanakan menunjukkan tidak adanya dominasi pemenang dari satu wilayah tertentu.
“Kemarin ada yang dari lokal dan ada yang dari luar daerah juga ada, sama-sama ada pemenangnya. Berimbang antara penyedia lokal dan luar,” ujarnya.
Advertisement
Menurut Suprihadi, penyedia lokal secara umum telah menunjukkan kompetensi yang memadai ketika berhadapan langsung dengan penyedia dari luar daerah.
“Secara umum penyedia lokal itu juga kompeten, artinya ketika berkompetisi dengan penyedia luar daerah,” katanya.
Dari sisi penawaran harga, Suprihadi menjelaskan besaran penurunan nilai lelang cukup variatif. Ada penyedia yang menawar di bawah 20 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), namun ada pula yang menurunkan penawaran lebih dari 20 persen.
“Kalau kisaran secara rata-rata turun dari LPS itu sekitar 18 sampai 20 persen,” jelasnya.
Ia menegaskan penentuan pemenang tender tidak semata-mata didasarkan pada penawaran harga terendah. Seluruh dokumen tetap dievaluasi secara administrasi, teknis, dan harga.
“Kami tidak bisa pemenang terendah langsung jadi pemenang. Ada yang menawar rendah menang, ada juga penawar tengah-tengah yang menang. Jadi memang variatif,” tegas Suprihadi.
Kata dia, PBJ Trenggalek, pada tahun anggaran 2024 pihaknya melaksanakan 15 paket tender dengan metode pemilihan penyedia melalui tender reguler. Seluruh paket tersebut dapat diselesaikan hingga tahap penetapan pemenang.
“Di tahun 2024 kami melaksanakan 15 paket tender dan semuanya bisa terselesaikan,” kata Suprihadi.
Sementara itu, pada tahun anggaran 2025 jumlah paket yang dilimpahkan ke PBJ mengalami penurunan. Tercatat hanya satu paket seleksi jasa konsultasi dan tiga paket jasa konstruksi yang diproses melalui mekanisme tender dan tender cepat.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
DPRD Trenggalek Sentil Janji Perbaikan Jalan Bendungan: Jangan Sampai Cuma Manis di Hearing
Jalan Rusak ke Bendungan Bagong Butuh Rp8 Miliar, Pemkab Trenggalek Pilih Kolaborasi dengan BBWS
Gaspol Pembangunan! Trenggalek Kunci Utang Rp70 Miliar untuk Jalan, Wisata, dan Wajah Kota
Sempat Kena Protes Ditanami Pohon Pisang, Kini Jalan Wonoanti Gandusari Diperbaiki
Utang Rp70 Miliar Pemkab Trenggalek Belum Cair, Proyek Perbaikan Jalan Masih Nunggu