BENDUNGAN, TRENGGALEK - Keluhan warga soal jalan rusak menuju kawasan Bendungan Bagong, Kecamatan Bendungan, mendapat respons serius dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan total belum bisa langsung dilakukan.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Trenggalek memilih jalur koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mencari solusi jangka pendek sekaligus jangka panjang.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU Trenggalek, Anjang Purwoko, menyebut kerusakan jalan berada di sekitar proyek Bendungan Bagong dengan panjang mencapai lebih dari 3 kilometer.
“Artinya anggaran ini di Pemkab Trenggalek memang kondisinya belum tersedia. Memang dilaksanakan perubahan kami,” ujar Anjang Purwoko di DPRD Trenggalek, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, jika dilakukan rekonstruksi total, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar. Angka tersebut dinilai cukup besar untuk kondisi fiskal daerah saat ini.
Selain persoalan biaya, Anjang juga menyoroti tingginya lalu lintas kendaraan berat di sekitar proyek bendungan yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan meski sudah diperbaiki.
“Ketika kita bangun, ada potensi kerusakan di material,” akuinya.
Untuk itu, Pemkab Trenggalek tidak ingin gegabah melakukan pembangunan besar sebelum proyek Bendungan Bagong selesai. Sementara ini, perbaikan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan BBWS.
“Kita juga berkoordinasi dengan BBWS disampaikan bahwa BBWS siap mengawal di DAK. Ketika bendungan Bagong selesai akan dibantu realisasinya masih 2029,” tandasnya.
Anjang menambahkan, pihaknya akan memperkuat komunikasi dengan BBWS agar penanganan kerusakan bisa lebih cepat dan tidak membahayakan pengguna jalan.
“Selama ini kolaborasi PU dan BBWS jadi beberapa dari proyek ada perbaikan secara berkala, dari kami juga demikian,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, menyampaikan persoalan jalan rusak ini sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat bersama warga.
“Ini memang menjadi apa ya, konsentrasi kita. Pada dasarnya kami mensepakati apa yang menjadi objek kita untuk minta bantuan kepada pihak-pihak terkait,” ujar Edy Soepriyanto.
Ia menilai, hasil koordinasi dengan BBWS masih membutuhkan tindak lanjut di level pimpinan sebelum keputusan bisa diambil.
“Karena ini kapasitas pimpinan untuk bisa menyepakati,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, perbaikan jalan menuju Bendungan Bagong masih mengandalkan kolaborasi lintas instansi sambil menunggu proyek strategis tersebut selesai dan dukungan anggaran tersedia.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz




















