Pangkas Anggaran Pemkab Trenggalek, Acara Seremonial Kena Sasar
KBRT - Pemangkasan anggaran di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Trenggalek semakin nyata setelah adanya efisiensi dari pemerintah pusat. Sejumlah pos belanja terpaksa disisir ulang, tetapi efektivitasnya masih menjadi pertanyaan.Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa pemangkasan ini dilakukan sesuai dengan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Hasil dari efisiensi...
05 Apr 2025 • 12:00 WIB
Ketua DPRD Trenggalek bicara soal efisiensi. KBRT/Zamz
KBRT - Pemangkasan anggaran di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Trenggalek semakin nyata setelah adanya efisiensi dari pemerintah pusat. Sejumlah pos belanja terpaksa disisir ulang, tetapi efektivitasnya masih menjadi pertanyaan.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa pemangkasan ini dilakukan sesuai dengan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Hasil dari efisiensi ini akan difokuskan untuk pembiayaan sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan.
"Sebagian besar anggaran yang direfocusing berasal dari perjalanan dinas, seminar, Focus Group Discussion (FGD), honorarium, hingga jasa survei. Ini sudah sesuai dengan edaran Mendagri," ungkap Doding.
Advertisement
Namun, pemangkasan ini juga menimbulkan tantangan tersendiri, terutama bagi DPRD Trenggalek. Menurut Doding, efisiensi di internal dewan turut menyasar perjalanan dinas, bimbingan teknis (bimtek), hingga konsumsi rapat yang kini hanya menyediakan snack tanpa makan berat. Bahkan, belanja kantor pun ikut terdampak.
Ironisnya, tidak semua anggaran dapat dipangkas begitu saja. Beberapa pos justru harus tetap berjalan agar kinerja legislatif tidak terganggu. Doding mencontohkan anggaran perjalanan dinas Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Trenggalek.
"Kita ingin refocusing 50 persen, tapi ternyata ada harmonisasi Ranperda ke Surabaya yang tetap harus dilakukan. Kalau kita potong, teman-teman tidak bisa ke sana, dan Perda yang dibahas juga tidak bisa terselesaikan," jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pemangkasan anggaran bukan hanya sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi juga harus mempertimbangkan output yang dihasilkan. Pemerintah pusat juga telah menginstruksikan agar perubahan APBD 2025 atau PAK dimajukan ke bulan Juli.
Lebih lanjut, Doding mengungkapkan bahwa dana hasil efisiensi ini tidak bisa langsung digunakan sebelum ada Perda baru.
"Perda baru ini butuh waktu. Kita harus memastikan APBD 2025 induk berjalan dulu. Setelah itu baru kita bicara soal perubahan APBD atau PAK," tandasnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Pilkades Trenggalek 2027 Bisa Hadirkan Kotak Kosong, DPRD Mulai Bahas Aturannya
Tahapan Pilkades Trenggalek 2027 Diproyeksi Mulai Oktober, Perda Masih Menunggu Pembahasan DPRD