KBRT – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan jasa laundry dan setrika mengalami peningkatan signifikan. Kesibukan serta rasa lelah akibat berpuasa menjadi alasan utama masyarakat memilih jasa ini untuk mengatasi pakaian kotor yang menumpuk.
Khoirun Nikmah (38), pekerja di Java Laundry yang berlokasi di Jalan Mangun Sarkoro No. 1, Trenggalek, mengungkapkan bahwa permintaan jasa setrika meningkat drastis menjelang Lebaran.
"Pada hari-hari di akhir bulan puasa, pengguna jasa setrika meningkat signifikan. Biasanya, dalam sehari kami menerima sekitar 5-7 kilogram pakaian untuk disetrika, tetapi kini meningkat hingga 17-20 kilogram per hari," ujarnya.
Nikmah menjelaskan bahwa para pelanggan mengaku enggan menyetrika sendiri karena kesibukan dan kelelahan akibat berpuasa. Banyak di antara mereka yang lebih memilih menggunakan jasa setrika untuk menghemat tenaga.
"Biasanya, satu pelanggan membawa 3-5 kilogram pakaian untuk disetrika. Namun, menjelang Lebaran, jumlahnya bisa mencapai belasan kilogram," ungkapnya.
Java Laundry telah beroperasi selama tujuh tahun, dan Nikmah sendiri telah bekerja di sana selama satu tahun. Ia memilih pekerjaan ini karena sesuai dengan keahliannya dan dapat mengisi waktu luang.
"Selama bulan puasa, saya bekerja dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Di bulan lainnya, jam kerja bisa lebih panjang hingga pukul 15.30 WIB. Saya bekerja bersama satu rekan yang lebih dulu bergabung di sini," katanya.
Nikmah menambahkan bahwa pelanggan tetap Java Laundry kebanyakan adalah ibu rumah tangga dan kru bus dari terminal. Selain itu, mereka juga menyediakan layanan antar jemput, meski tidak terlalu banyak digunakan.
"Untuk jasa cuci pakaian, peningkatannya tidak terlalu signifikan. Hanya pada hari Sabtu dan Minggu jumlah pakaian yang masuk lebih banyak, sekitar 30 kilogram per hari, dibandingkan sebelum Ramadan yang biasanya hanya sekitar 25 kilogram," jelasnya.
Selain layanan cuci dan setrika pakaian, Java Laundry juga menerima pencucian boneka, sepatu, hingga gorden. Nikmah memastikan bahwa barang yang dicuci akan tetap terjaga kualitasnya.
"Sepatu biasanya saya cuci dengan tangan karena jika menggunakan mesin cuci, bentuk dan solnya bisa mengelupas," pungkasnya.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor:Lek Zur