Memaknai Perjuangan Kemerdekaan dari Sudut Pandang Perajut Jala di Trenggalek
Foto: KABARTRENGGALEK KABARTRENGGALEK.com - Kemerdekaan yang sudah berumur tujuh puluh enam tahun ini membawa banyak warna bagi Masyarakat Indonesia. Mulai dari kegiatan seremonial dengan memakai pakaian adat dan juga keunikan dalam memperingati kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (17/08). Tak hanya demikian, konsistensi sebagai masyarakat yang berperan dalam pemba...
M
Muh. Zamzuri
05 Jan 2024 • 07:39 WIB
![]() |
| Foto: KABARTRENGGALEK |
Tak hanya demikian, konsistensi sebagai masyarakat yang berperan dalam pembangunan juga sangat diharapkan sebagai tolok ukur di negara berkembang ini. Seperti hanya Sukiran, pria kelahiran 1951 ini masih konsistensi menggeluti kerajinan merajut jala sebagai peluang ekonomi keluarganya.
Perlu diketahui, pria yang beralamat Desa Margomulyo RT 11 RW 02 Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek itu tak mau memasarkan hasil rajutan jalanya. Hanya saja sukiran memanfaatkan teman dekat sebagai pemesan dari jala yang ia buat.
"Saya tidak pernah memasarkan, hanya saja yang membeli biasanya teman yang berprofesi sebagai penjala ikan," tutur Sukiran.
![]() |
| Foto: KABARTRENGGALEK |
"Saya tidak memiliki keturunan dari pengrajin jala. Ya hanya saja dulu hobi menjala kemudian belajar perlahan-lahan dan akhirnya bisa seperti ini," ujar Sukiran.
Sukiran mengaku, bahwa bekal konsistensi dalam merajut jala juga dirasakan pembeli temannya sendiri tersebut. Tak kalah dengan kualitas buatan mesin modern, Sukiran mampu bersaing.
"Kalau buatan mesin modern kurang memuaskan. Namun kalau buatan tangan dan alat tradisional ini kita bisa membuatnya dengan kualitas yang sangat baik," kata Sukiran.
Dalam masa pandemi yang serba terdampak dan dibarengi moment peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-76 tahun Republik Indonesia, Sukiran menegaskan bahwa mengenai setiap apapun usaha harus konsisten. Sepertihalnya Pahlawan dulu, dia selalu konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan.
"Kalau masalah dampak dari pandemi ya sebelum pandemi saya juga terasa dampak, karena saya tidak pernah memasarkan hasil rajutannya. Yang penting konsistensi. Masalah rejeki itu buah hasil dari konsistensi yang kita pertahankan," ujar pria separuh baya itu dengan ramah. (kbrt).
Baca Juga:
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Mata Rakyat
31 Aug 2025
Karnaval HUT RI di Durenan Dikeluhkan, Penampilan Tari Dinilai Kurang Ramah Anak
Peristiwa
29 Aug 2025
Alasan Jaga Kondusifitas, Karnaval Kecamatan Durenan Dilarang Kibarkan Bendera One Piece
Sosial
25 Aug 2025
Rutan Trenggalek Ikut Karnaval, Bawa Pesan Moral untuk Penonton
Sosial
25 Aug 2025
Reog Tunggul Singo Truno Klampisan Surodakan, Rombongan Terpanjang di Pawai Budaya Trenggalek
Sosial
25 Aug 2025
Kritik Sosial Lewat Seni, Ogoh-ogoh Tikus Raksasa Hadir di Karnaval Desa Tawing
Mata Rakyat
24 Aug 2025

