Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Kabar TrenggalekKabar Trenggalek

Press ESC / Click X icon to close

Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Login ke KBRTTulis Artikel
ADVERTISEMENT
SABGamehouse

Alasan Jaga Kondusifitas, Karnaval Kecamatan Durenan Dilarang Kibarkan Bendera One Piece

  • 29 Aug 2025 16:00 WIB
  • Google News

    KBRTKarnaval Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, yang digelar Sabtu (30/08/2025), melarang peserta membawa dan mengibarkan bendera Jolly Roger atau bendera bajak laut topi jerami yang populer dari serial One Piece. Kebijakan itu diambil dengan alasan jaga kondusifitas .

    Camat Durenan, Ahmad Zuhdan, menjelaskan larangan tersebut disepakati panitia karena pawai tahun ini menjadi yang pertama setelah tiga tahun absen. Selain itu, pengalaman karnaval terakhir yang kurang kondusif membuat panitia memperketat aturan.

    “Sebenarnya kemarin tidak sedetail untuk kami arahkan sampai dilarang begitu. Hal-hal yang bersifat kontroversial, seperti bendera One Piece, dilarang karena peserta pawai juga dari sekolah,” ujar Zuhdan, Jumat (29/08/2025).

    Menurutnya, bendera One Piece memang menimbulkan banyak pendapat di masyarakat, termasuk soal kebebasan berekspresi. Namun, karena peserta sebagian besar anak sekolah, panitia mengimbau agar tema pawai lebih sesuai, seperti kepahlawanan dan adat istiadat.

    “Kalau menurut kami seyogyanya hal-hal seperti itu tidak ada dulu. Baiknya membawa tema kepahlawanan, atau adat istiadat,” katanya.

    ADVERTISEMENT
    Migunani

    Sebagai bentuk pencegahan, panitia akan melakukan pemeriksaan ketat di garis start. Screening dilakukan untuk memastikan peserta tidak membawa atribut yang dilarang maupun perlengkapan yang berpotensi mengganggu jalannya pawai.

    “Kemarin ada truk engkel dengan sound system berukuran besar yang lolos. Maka kami sampaikan, untuk karnaval kali ini panitia harus tegas. Jika ada hal-hal berpotensi tidak baik di garis start, harus tidak diperbolehkan,” tegas Zuhdan.

    Untuk tahun ini, Pawai Budaya Durenan diikuti sembilan regu peserta. Lima regu berasal dari SMA dan SMK, tiga regu dari SMP, serta satu regu dari SLB Panggungsari. Tidak ada regu umum yang dilibatkan, dengan alasan menjaga ketertiban.

    Rute pawai sepanjang tiga kilometer dimulai dari Pasar Hewan hingga finish di Balai Desa Malasan. Zuhdan berharap kegiatan tersebut berjalan lancar meski dilaksanakan secara sederhana.

    “Kami harap, pawai kali ini berjalan lancar. Sederhana tanpa mengurangi makna peringatan 17 Agustus,” ujarnya.

    Kawan Pembaca, Terimakasih telah membaca berita kami. Dukung Kabar Trenggalek agar tetap independen.

    Kabar Trenggalek - Peristiwa

    Editor:Zamz