KBRT - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 dengan angka sebesar 4,71 persen dibandingkan tahun 2023.
"Jadi, ekonomi Trenggalek tumbuh 4,71 persen, tapi sedikit lambat dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 4,92 persen," kata Kepala BPS Trenggalek, Mimik Nurjanti.
Mimik menjelaskan, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kabupaten Trenggalek disumbangkan oleh industri pengolahan, yaitu sebesar 1,26 persen.
"Industri pengolahan ini mencakup makanan dan minuman, mebel, furnitur, serta segala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bahkan, genteng juga masuk dalam industri pengolahan," lanjutnya.
Mimik menyebutkan, distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor industri pengolahan menempati urutan kedua dengan besaran 19,42 persen.
Dengan distribusi PDRB kedua terbesar dan pertumbuhan tertinggi, praktis industri pengolahan menjadi tulang punggung perekonomian di Trenggalek pada tahun 2024.
Dalam kesempatan itu, Mimik juga menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan perekonomian terjadi di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.
Sektor tersebut hanya tumbuh sebesar 0,07 persen, sementara subsektor yang paling berpengaruh adalah pertanian tanaman pangan.
"Produksi pertanian tanaman pangan mengalami penurunan karena pengaruh cuaca yang awalnya panen tiga kali setahun menjadi satu kali. Cuaca yang tidak menentu juga menjadi penyebab," jelas mantan Kepala BPS Kota Mojokerto tersebut.
Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki distribusi PDRB paling tinggi, yaitu 24,86 persen.
"Karena sharenya (distribusinya) paling tinggi, namun pertumbuhannya rendah, sektor pertanian menjadi penyebab perlambatan pertumbuhan ekonomi di Trenggalek," tandasnya.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor:Lek Zur