Meski Melambat, Pertanian Masih Jadi Kontributor Terbesar Ekonomi Trenggalek
Sektor pertanian Trenggalek tetap jadi penyumbang terbesar PDRB 2024 dengan 24,86 persen, meski pertumbuhannya melemah jadi 0,31 persen.
26 Sep 2025 • 20:00 WIB
Petani Trenggalek menjadi penopang ekonomi. KBRT/Nandika
Ringkasan
- Pertanian Trenggalek sumbang Rp6,06 triliun atau 24,86 persen PDRB 2024.
- Pertumbuhan melambat jadi 0,31 persen, turun dari 2,72 persen di 2023.
- Industri pengolahan justru konsisten naik dalam lima tahun terakhir.
KBRT – Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Trenggalek meski mengalami perlambatan pertumbuhan pada 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi sektor ini mencapai Rp6,06 triliun atau 24,86 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Trenggalek senilai Rp24,36 triliun.
Kepala BPS Trenggalek, Mimik Nurjanti, dalam publikasi Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha 2020–2024 yang dirilis 11 April 2025, menyebut laju pertumbuhan pertanian pada 2024 hanya 0,31 persen, lebih rendah dibandingkan 2,72 persen pada 2023.
“Laju pertumbuhan sektor ini tercatat hanya 0,31 persen, melambat daripada tahun 2023 yang mencapai 2,72 persen,” tulis Mimik dalam laporan tersebut.
Advertisement
Ia menekankan, struktur ekonomi daerah sangat dipengaruhi peran berbagai lapangan usaha dalam memproduksi barang dan jasa. Berdasarkan data BPS, lima sektor utama penyumbang ekonomi Trenggalek adalah pertanian, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, konstruksi, serta pertambangan dan penggalian.
“Selama 5 tahun terakhir, hanya industri pengolahan yang selalu mengalami peningkatan peranan. Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi lapangan usaha terbesar beserta kategori lain justru mengalami penurunan,” tambahnya.
Adapun rincian kontribusi beberapa sektor besar Trenggalek tahun 2024 adalah sebagai berikut:
- Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 24,86 persen (turun dari 28,05 persen pada 2020).
- Industri pengolahan: 19,42 persen (naik dari 16,82 persen pada 2020).
- Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor: 15,95 persen (naik dari 14,99 persen pada 2020).
- Konstruksi: 7,07 persen (turun dari 7,13 persen pada 2020).
- Informasi dan komunikasi: 5,73 persen.
Mimik menegaskan, penurunan kontribusi PDRB di sejumlah sektor disebabkan melemahnya produksi barang dan jasa.
“Dalam menghadapi hal ini, Pemerintah Kabupaten mengupayakan strategi pemulihan ekonomi akibat Covid-19 dan juga intervensi yang dilakukan diharapkan mampu mengembalikan aktivitas perekonomian Kabupaten,” jelasnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Cerita Petani Muda Trenggalek yang Sukses Kembangkan Kebun Melon Premium
Bukan Melon Pasaran, Kebun Ubai di Parakan Trenggalek Jadi Buruan Pecinta Buah Segar