Followers Banyak, tapi Sepi Respons? Kominfo Trenggalek Minta Admin OPD Ubah Cara Bikin Konten

Kominfo Trenggalek mengevaluasi media sosial OPD setelah menemukan banyak akun memiliki pengikut besar, tetapi tingkat interaksinya masih rendah.

Followers Banyak, tapi Sepi Respons? Kominfo Trenggalek Minta Admin OPD Ubah Cara Bikin Konten

Kominfo Trenggalek memberikan evaluasi terhadap admin media sosial OPD. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Kominfo Trenggalek menemukan banyak akun media sosial OPD memiliki pengikut besar, tetapi interaksinya masih rendah.
  • Admin OPD didorong membuat konten yang lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
  • Kolaborasi antarakun OPD disiapkan untuk memperluas penyebaran informasi layanan publik.

TRENGGALEK – Punya ribuan pengikut di media sosial ternyata belum menjadi jaminan informasi pemerintah sampai ke masyarakat. Kondisi itulah yang menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Trenggalek saat mengevaluasi pengelolaan media sosial milik organisasi perangkat daerah (OPD).

Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas akun media sosial OPD di Trenggalek sebenarnya telah memiliki jumlah pengikut yang cukup besar. Namun, tingkat interaksi atau engagement rate (ER) masih belum merata. Sebagian akun tergolong baik, tetapi tidak sedikit yang masih berada pada kategori rendah hingga sedang.

Temuan tersebut menjadi bahan diskusi dalam forum evaluasi yang diikuti sekitar 42 admin media sosial OPD di Nawasena Coffee and Roastery, Senin (29/6/2026).

Advertisement

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Yusuf Widharto, mengatakan banyaknya pengikut seharusnya dapat diimbangi dengan kualitas komunikasi yang mampu menarik perhatian masyarakat.

"Dari hasil evaluasi tadi, ini memang menunjukkan bahwa dari sisi follower di media sosial OPD rata rata memang besar, tapi tidak diiringi dengan ER-nya yang saat ini masih dikategori rendah, sedang, dan baik. Ke depan harapan kami dengan adanya kegiatan ini bisa menambah motivasi teman-teman admin media sosial ini lebih berkreasi dan inovasi bagaimana memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat melalui media sosial," tuturnya.

Menurut Yusuf, akun media sosial pemerintah tidak cukup hanya menjadi tempat mengunggah dokumentasi kegiatan. Konten juga harus mampu menjawab kebutuhan informasi warga dengan penyajian yang lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam forum tersebut, praktisi komunikasi digital Trigus D. Susilo menjelaskan bahwa cara menyusun narasi turut menentukan tinggi rendahnya interaksi sebuah unggahan. Masyarakat saat ini cenderung lebih tertarik pada konten yang memberikan manfaat langsung dibanding sekadar laporan kegiatan.

Karena itu, para admin didorong lebih kreatif dalam menyampaikan informasi, mulai dari memilih sudut pandang, menyusun narasi, hingga mengemas visual yang lebih komunikatif.

Selain peningkatan kualitas konten, Kominfo juga mendorong kolaborasi antarakun media sosial OPD maupun dengan akun resmi Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Strategi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus mempercepat penyebaran berbagai layanan publik, program pembangunan, dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Dengan langkah tersebut, media sosial pemerintah diharapkan tidak hanya menjadi etalase aktivitas birokrasi, tetapi juga berkembang sebagai ruang komunikasi dua arah yang mampu membangun kepercayaan publik melalui informasi yang cepat, mudah dipahami, dan bermanfaat.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait