Diskominfo Ungkap Peta Pengguna Medsos Trenggalek, Generasi Produktif Paling Dominan

Diskominfo Trenggalek mencatat kelompok usia 25-34 tahun menjadi pengguna media sosial terbesar. Influencer lokal dinilai berperan membentuk opini publik.

Diskominfo Ungkap Peta Pengguna Medsos Trenggalek, Generasi Produktif Paling Dominan

Dinas Kominfo Trenggalek punya peta media sosial di trenggalek. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Pengguna media sosial terbanyak di Trenggalek berasal dari kelompok usia produktif.
  • Instagram masih menjadi platform favorit masyarakat.
  • Diskominfo memantau akun-akun lokal yang berpengaruh terhadap arus informasi.

TRENGGALEK - Media sosial kini bukan sekadar tempat berbagi foto atau video hiburan. Di Trenggalek, platform digital juga menjadi ruang yang ikut membentuk cara masyarakat menerima informasi hingga menentukan opini terhadap berbagai isu yang berkembang.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek mencatat kelompok usia 25 hingga 34 tahun menjadi pengguna media sosial paling dominan di daerah tersebut. Kelompok usia produktif ini dinilai menjadi motor utama lalu lintas informasi di ruang digital.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Trenggalek, Yusuf Widharto, mengatakan pemantauan rutin dilakukan untuk melihat perkembangan tren penggunaan media sosial di tengah masyarakat.

Advertisement

Menurutnya, Instagram masih menjadi platform yang paling banyak digunakan warga Trenggalek. Selain itu, aktivitas masyarakat juga terlihat cukup tinggi di sejumlah platform lain seperti TikTok, X, hingga Roblox.

"Tim kami terus memantau perkembangan di lapangan dan menganalisis tren penggunaan platform digital yang berkembang di tengah masyarakat," ujar Yusuf.

Dari hasil pemantauan tersebut, Diskominfo juga menemukan keberadaan lebih dari sepuluh akun media sosial lokal yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap penyebaran informasi dan pembentukan opini publik di Trenggalek.

Keberadaan akun-akun tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena mampu menjangkau ribuan pengguna dalam waktu singkat. Karena itu, Diskominfo berharap para pengelola akun dapat ikut mendorong terciptanya ekosistem digital yang sehat dengan menyebarkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus meningkatkan pengawasan terhadap potensi penyebaran informasi palsu atau hoaks yang beredar melalui media sosial.

Yusuf menjelaskan, setiap temuan informasi yang diduga mengandung unsur hoaks akan diteruskan melalui mekanisme resmi kepada pemerintah pusat agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

"Begitu kami menemukan informasi yang berbau hoaks, kami langsung meneruskan temuan itu melalui mekanisme resmi agar pemerintah pusat dapat segera menindaklanjutinya," katanya.

Selain pengawasan terhadap informasi, Diskominfo juga mulai menyesuaikan kebijakan dengan regulasi terbaru terkait perlindungan anak di ruang digital.

Pemerintah daerah kini mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital atau PP TUNAS.

Regulasi tersebut mengatur batasan penggunaan akun digital bagi anak-anak yang belum memenuhi persyaratan usia tertentu.

"Intinya, regulasi ini mengatur dan membatasi anak-anak dalam menggunakan akun di platform digital tertentu, terutama bagi mereka yang usianya masih di bawah ambang batas ketentuan," jelas Yusuf.

Meski demikian, hingga saat ini Diskominfo Trenggalek mengaku belum menemukan pelanggaran yang menonjol terkait penggunaan media sosial oleh anak-anak di bawah umur.

Diskominfo berharap masyarakat semakin kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Di tengah derasnya arus informasi digital, kebiasaan memverifikasi informasi sebelum membagikannya kembali dinilai menjadi salah satu kunci menjaga ruang digital tetap sehat.

"Jika menemukan informasi yang terasa janggal atau tidak sesuai dengan fakta di lapangan, pastikan untuk memeriksa kebenarannya terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang lain," ujarnya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait