Bukan Sekadar Jago Rekam Video, Kominfo Trenggalek Ingin Desa Lebih Pintar Cerita Lewat Konten Digital

Kominfo Trenggalek menggelar pelatihan membuat foto dan video menggunakan HP untuk membantu desa mempromosikan layanan, UMKM, dan wisata.

Bukan Sekadar Jago Rekam Video, Kominfo Trenggalek Ingin Desa Lebih Pintar Cerita Lewat Konten Digital

Kominfo Trenggalek latih warga soal konten digital. KBRT/Kominfo

Ringkasan

  • Kominfo dorong desa lebih aktif membuat konten digital.
  • Pelatihan fokus pada foto, video, dan storytelling menggunakan HP.
  • Potensi desa diharapkan lebih dikenal melalui media sosial.

TRENGGALEK – Di era media sosial, punya potensi saja belum cukup. Kalau tidak dikemas dengan menarik, cerita dari desa bisa tenggelam di tengah derasnya arus informasi. Berangkat dari kondisi itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Trenggalek menggelar pelatihan pembuatan foto dan video pendek bagi masyarakat desa.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Rabu (15/7), diikuti sekitar 40 peserta. Mereka berasal dari unsur pemerintah desa, kader, pendidik PAUD dan TK, hingga anggota Karang Taruna.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Trenggalek, Yusuf Widharto, mengatakan kemampuan membuat konten digital kini menjadi bekal penting agar informasi positif dari desa dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Advertisement

Saat membuka kegiatan, Yusuf mengutip pernyataan jurnalis Najwa Shihab.

"Cerita yang baik pasti akan menemukan jalannya, tetapi cerita yang dikemas dengan baik akan menjangkau lebih banyak orang."

Menurutnya, setiap desa memiliki potensi dan cerita yang layak diketahui publik. Tantangannya bukan lagi mencari cerita, melainkan bagaimana menyajikannya dalam bentuk konten yang menarik dan mudah dipahami.

"Melalui bimtek ini kami berharap peserta memperoleh gambaran sekaligus keterampilan dalam memproduksi konten digital yang menarik. Di era digital, arus informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, kita perlu mampu beradaptasi agar berbagai informasi positif dari desa tidak tertinggal, tetapi justru dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat," ujarnya.

Yusuf menambahkan, kemampuan menghasilkan foto dan video yang baik dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan berbagai potensi desa, mulai dari pembangunan, pelayanan publik, kegiatan masyarakat, hingga produk UMKM dan destinasi wisata.

Selama pelatihan, peserta belajar membuat foto dan video hanya dengan memanfaatkan telepon pintar. Materinya meliputi teknik pengambilan gambar, penyusunan alur cerita visual (storytelling), komposisi, pencahayaan, hingga penyuntingan video sederhana.

Bekal tersebut diharapkan mampu membantu desa menghasilkan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga informatif sehingga potensi lokal dapat dikenal masyarakat lebih luas.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait