Data Produksi Daging Kambing dan Domba per Kecamatan Trenggalek

Data Produksi Daging Kambing dan Domba per Kecamatan Trenggalek

Data Produksi Daging Kambing dan Domba per Kecamatan Trenggalek. Canva/KBRT

KBRT - Kabupaten Trenggalek dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ternak unggulan di Jawa Timur, khususnya untuk komoditas kambing dan domba. Berdasarkan data resmi dari Satu Data Trenggalek, total produksi daging ternak kecil di tahun 2024 mencapai 281.712 kg untuk kambing dan 44.789 kg untuk domba.

Sedangkan untuk data tahun 2025, Kabupaten Trenggalek tercatat menghasilkan 325.197 kg untuk daging kambing dan 81.493 kg untuk daging domba. Angka tersebut menunjukkan kontribusi penting peternakan terhadap ketahanan pangan lokal dan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data tahun 2024, Kecamatan Panggul keluar sebagai kecamatan dengan produksi Daging kambing dan domba paling banyak, dengan total 85,745 kg daging kambing dan 8.514 kg daging domba.

Advertisement

Untuk detail lebih lengkapnya, simak ulasan di bawah ini.

Produksi Daging Kambing dan Domba per Kecamatan

Menurut laporan Satu Data Trenggalek, berikut rincian produksi daging kambing dan domba per kecamatan:

Kecamatan

Produksi Daging Kambing (kg)

Produksi Daging Domba (kg)

Panggul

85.745

8.516

Tugu

52.880

5.141

Durenan

19.857

5.874

Munjungan

17.334

8.401

Watulimo

13.857

0

Kampak

13.197

6.241

Karangan

13.165

3.652

Trenggalek

13.070

2.542

Pule

12.191

0

Suruh

10.684

0

Dongko

10.275

0

Gandusari

9.872

2.714

Bendungan

4.799

210

Pogalan

4.776

1.493

Analisis Produksi per Kecamatan

Informasi dari Satu Data Trenggalek ini, menunjukkan bahwa kecamatan Panggul, Tugu, dan Munjungan menjadi kontributor utama dalam produksi daging kambing dan domba. Beberapa kecamatan seperti Watulimo, Pule, dan Dongko Justur terdata tidak memiliki ternak domba sama sekali. Membuatnya menjadi lahan yang sempurna untuk mengembangkan komoditas ini.

Produksi daging ternak kecil di Trenggalek tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan penting bagi peternak di setiap kecamatan. Dengan pemantauan berkala, distribusi ternak dapat lebih merata, kualitas ternak meningkat, dan potensi ekonomi lokal semakin optimal.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait