RSUD Panggul Ajukan CT Scan Rp13 Miliar, Ingin Perkuat Layanan di Wilayah Selatan
RSUD Panggul mengusulkan CT Scan, genset 500 KVA, dan penambahan ruang perawatan guna memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Trenggalek bagian selatan.
25 Jul 2026 • 10:00 WIB
Rumah Sakit Panggul Trenggalek ajukan alat CT Scan. KBRT/Zamz
Ringkasan
- CT Scan jadi prioritas usulan RSUD Panggul.
- Rumah sakit butuh genset 500 KVA.
- Kapasitas ruang perawatan akan ditambah.
TRENGGALEK – RSUD Tipe D Panggul mulai menyusun daftar kebutuhan prioritas untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah selatan Kabupaten Trenggalek. Di hadapan Komisi IV DPRD Trenggalek, manajemen rumah sakit mengusulkan pengadaan alat CT Scan, penambahan kapasitas genset, hingga pengembangan ruang perawatan agar pelayanan pasien semakin optimal.
Direktur RSUD Tipe D Panggul, dr. Rendra Andriawan, mengatakan keberadaan CT Scan menjadi kebutuhan mendesak. Selain meningkatkan kualitas diagnosis, alat tersebut juga memungkinkan lebih banyak pasien mendapatkan penanganan di RSUD Panggul tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain.
"Jadi, yang kita butuhkan di tahun 2027 itu adalah CT Scan. Perbandingan nilai klaim medisnya luar biasa," ujar dr. Rendra usai rapat pembahasan KUA-PPAS bersama Komisi IV DPRD Trenggalek.
Advertisement
Menurutnya, pasien stroke yang saat ini ditangani tanpa dukungan CT Scan hanya menghasilkan nilai klaim pelayanan sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2 juta. Jika fasilitas tersebut tersedia, nilai klaim dapat meningkat menjadi sekitar Rp5 juta sampai Rp6 juta.
Karena itu, RSUD Panggul berencana mengusulkan pengadaan CT Scan melalui program Instruksi Presiden (Inpres). Nilai investasi alat tersebut diperkirakan mencapai Rp13 miliar.
Selain alat kesehatan, rumah sakit juga menyoroti kebutuhan infrastruktur penunjang berupa genset berkapasitas besar. Lokasi RSUD Panggul yang berada di kawasan selatan Trenggalek dinilai cukup rentan mengalami pemadaman listrik saat cuaca buruk.
"Saat ini hanya kita siapkan untuk ruang operasi, ICU, dan bank darah. Kalau mati lampu agak lama, pelayanan medis tidak bisa maksimal," jelasnya.
Saat ini rumah sakit hanya memiliki genset berkapasitas 100 KVA. Menurut perhitungan teknis, kapasitas tersebut belum mampu menopang seluruh aktivitas pelayanan rumah sakit.
"Iya, saat ini kita punya itu kan 100 KVA. Kalau kita menghitung kebutuhannya itu minimal kita harus punya yang 500 KVA," katanya.
Di sisi lain, RSUD Panggul menilai layanan neurologi mulai menunjukkan perkembangan positif. Kehadiran dokter spesialis saraf membuat masyarakat di wilayah Panggul dan sekitarnya tidak lagi harus selalu dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan layanan awal.
"Saraf ini kami sudah punya SDM Poli Saraf. Alhamdulillah sudah banyak menyaring pasien-pasien yang di Panggul dan sekitar itu tidak sampai turun ke bawah," ungkap dr. Rendra.
Tak berhenti di sana, rumah sakit juga menyiapkan rencana penambahan kapasitas tempat tidur melalui pembangunan fisik gedung baru. Estimasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp1,35 miliar.
Pendanaan pembangunan tersebut direncanakan berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), memanfaatkan SILPA tahun sebelumnya sekitar Rp580 juta serta proyeksi pendapatan berjalan sebesar Rp769 juta.
Melalui usulan tersebut, RSUD Panggul berharap mendapat dukungan DPRD, baik dalam penyediaan anggaran, pemenuhan sarana penunjang, maupun penambahan tenaga dokter spesialis dan tenaga kesehatan agar pelayanan bagi masyarakat di wilayah selatan Trenggalek semakin lengkap.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement