MUNJUNGAN, TRENGGALEK - Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Trenggalek mulai mematangkan persiapan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2026 dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) di Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini menyasar Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Masyarakat Sadar Administrasi Pertanahan (Masdasik) dari lima desa, yakni Karangturi, Masaran, Bendoroto, Craken, dan Ngulonkulon. Fokus utamanya, membekali peserta soal tata cara pemberkasan yuridis agar proses pengurusan tanah ke depan lebih tertib dan minim kendala.
Dalam bimtek tersebut, peserta diajak memahami alur administrasi, mulai dari kelengkapan dokumen hingga peran masing-masing dalam mendampingi warga saat proses PTSL berjalan. Langkah ini dinilai penting supaya tidak ada lagi berkas yang bolak-balik karena kurang lengkap.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Trenggalek menyebut, pembekalan sejak awal jadi kunci agar program berjalan sesuai target.
"Bimbingan teknis ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh pihak memahami tata cara pemberkasan yuridis secara benar, sehingga pelaksanaan PTSL dapat berjalan lebih tertib dan tepat sasaran," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja bareng antara petugas dan masyarakat, terutama peran Pokmas dan Masdasik di lapangan.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, Pokmas dan Masdasik dapat berperan aktif dalam membantu masyarakat melengkapi dokumen yang dibutuhkan, sehingga proses pendaftaran tanah dapat berjalan lebih cepat dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," tambahnya.
Lewat kegiatan ini, BPN Trenggalek berharap kualitas berkas PTSL 2026 bisa lebih rapi dari awal, sehingga proses di lapangan berjalan lancar tanpa hambatan administratif yang berulang.
Selain itu, langkah ini juga jadi upaya mendekatkan layanan pertanahan ke masyarakat, terutama dalam memastikan setiap warga mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanahnya.
Kabar Trenggalek - Advertorial
Editor: Zamz




















