BGN Buka Data Penerima Makan Bergizi Gratis, Warga Bisa Cek dan Laporkan Jika Belum Terdaftar

Badan Gizi Nasional membuka akses data penerima Makan Bergizi Gratis. Warga dapat mengecek dan melaporkan jika ada penerima yang belum terdaftar.

BGN Buka Data Penerima Makan Bergizi Gratis, Warga Bisa Cek dan Laporkan Jika Belum Terdaftar

Badan Gizi Nasional validasi penerima manfaat MBG. KBRT/BGN

Ringkasan

  • BGN membuka akses data penerima MBG untuk meningkatkan transparansi.
  • Validasi dilakukan hingga tingkat desa dan kelurahan melalui koordinasi SPPI.
  • Warga dapat melaporkan penerima manfaat yang belum terdaftar agar layanan lebih tepat sasaran.

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat agar benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) adalah membuka akses data penerima manfaat kepada publik sekaligus memperketat proses validasi hingga tingkat desa dan kelurahan.

Langkah ini dilakukan setelah BGN menemukan perlunya pembaruan dan pencocokan data agar layanan MBG tidak salah sasaran. Kelompok yang menjadi fokus pendataan meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, serta santri di pondok pesantren.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan validasi data dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Advertisement

Menurut Sony, selain menggabungkan data dari berbagai sumber, BGN juga melakukan pengecekan langsung di lapangan agar data penerima manfaat benar-benar sesuai kondisi aktual.

“Validasi data penerima manfaat menjadi prioritas kami agar pelaksanaan Program MBG semakin tepat sasaran. Selain integrasi data dari berbagai walidata, kami juga melakukan verifikasi langsung dari tingkat bawah untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat,” ujarnya di Jakarta, Senin (01/06/2026).

Proses verifikasi melibatkan Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di tingkat kecamatan yang bekerja sama dengan pemerintah desa dan kelurahan. Dari proses tersebut dilakukan pencocokan data penerima manfaat berdasarkan kondisi riil di wilayah masing-masing.

BGN juga membuka akses hasil validasi data melalui dasbor daring yang bisa dipantau berbagai pihak. Kepala sekolah, pengelola posyandu, pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah didorong aktif memeriksa data penerima manfaat di wilayahnya.

Apabila ditemukan ibu hamil, ibu menyusui, balita, siswa, maupun santri yang belum masuk dalam daftar penerima MBG, masyarakat dapat melaporkannya melalui Koordinator SPPI Kecamatan atau layanan WhatsApp yang disediakan BGN.

Sony mengungkapkan data yang saat ini digunakan berasal dari pendataan awal yang dilakukan pada Mei hingga Juli 2024. Saat itu pengumpulan data melibatkan Babinsa dan dilakukan secara berjenjang sebelum diserahkan kepada tim persiapan program.

Ia mengakui proses pendataan awal masih menghadapi sejumlah kendala. Pada periode tersebut BGN masih memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan belum mendapatkan dukungan anggaran operasional yang memadai sehingga koordinasi lintas instansi belum berjalan maksimal.

Meski begitu, BGN optimistis pembaruan data yang dilakukan bersama kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat akan menghasilkan basis data yang lebih akurat. Data tersebut menjadi kunci agar Program Makan Bergizi Gratis bisa menjangkau seluruh kelompok sasaran secara merata dan berkelanjutan.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait