TRENGGALEK - Sebanyak 451 calon jemaah haji (CJH) asal Trenggalek dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci mulai 18 Mei 2026. Di tengah persiapan itu, ada kabar cukup melegakan, cuaca di Makkah diperkirakan tidak sepanas tahun lalu, sehingga diharapkan bisa membuat ibadah lebih nyaman.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Trenggalek, Subkan Hamzah, mengatakan tren suhu di Makkah tahun ini cenderung lebih rendah dibanding musim haji sebelumnya.
“Insyaallah, cuaca di Makkah kali ini lebih dingin dibanding tahun kemarin. Kami berharap kondisi ini membuat jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan lancar,” ujar Subkan.
Meski demikian, ia mengingatkan jemaah agar tidak terlena dengan kondisi cuaca tersebut. Perbedaan iklim antara Indonesia dan Arab Saudi tetap berisiko memicu gangguan kesehatan.
“Kami tetap mengimbau jemaah untuk mengikuti arahan Dinas Kesehatan. Pastikan selalu membawa air minum yang cukup, alat semprot air untuk wajah, serta perlengkapan pelindung lainnya,” tegas Subkan.
Menurutnya, langkah sederhana itu penting untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan selama menjalani rangkaian ibadah yang padat.
Ratusan jemaah tersebut dibagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 105 sebanyak 347 jemaah, Kloter 106 sebanyak 100 jemaah, serta Kloter 109 dan 110 masing-masing 2 jemaah.
Jumlah itu berkurang satu orang dari data awal karena satu calon jemaah meninggal dunia sebelum keberangkatan.
CJH Trenggalek masuk gelombang kedua pemberangkatan nasional. Mereka akan berkumpul di Pendopo Trenggalek pukul 01.00 WIB sebelum bertolak menuju Asrama Haji Sukolilo.
“Rombongan akan berangkat bersama menuju Asrama Haji Sukolilo dan diperkirakan tiba pukul 07.30 WIB,” ungkap Subkan.
Persiapan teknis juga terus dimatangkan, termasuk distribusi koper kepada jemaah. Mayoritas mengambil melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), sementara sebagian lainnya langsung di kantor Kemenhaj.
Soal keamanan perjalanan, Subkan memastikan jalur penerbangan menuju Timur Tengah dalam kondisi aman dan tidak terdampak isu geopolitik.
“Jalur penerbangan saat ini aman dan tidak mengalami kendala. Jemaah bisa fokus sepenuhnya pada ibadah,” tambahnya.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















