Duka Bertambah, Tiga Jemaah Haji Asal Trenggalek Meninggal di Tanah Suci

Jumlah jemaah haji asal Trenggalek yang meninggal dunia di Tanah Suci bertambah menjadi tiga orang setelah Djemadi wafat di Makkah.

Duka Bertambah, Tiga Jemaah Haji Asal Trenggalek Meninggal di Tanah Suci

Jemaah Haji Trenggalek meninggal dunia di makkah. KBRT/Canca

Ringkasan

  • Djemadi, jemaah haji asal Surondakan, meninggal dunia di Makkah.
  • Almarhum sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui video call sebelum wafat.
  • Kemenhaj Trenggalek mengupayakan seluruh jemaah pulang bersama dalam Kloter 105.

TRENGGALEK -  Kabar duka kembali datang dari rombongan jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek di Arab Saudi. Djemadi, warga Kelurahan Surondakan, Kecamatan Trenggalek, meninggal dunia di Makkah pada Rabu (10/06/2026) sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dengan wafatnya Djemadi, jumlah jemaah haji asal Trenggalek yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 bertambah menjadi tiga orang.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, almarhum tergabung dalam Kloter 105 KBIHUNU dan telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji sebelum meninggal dunia.

Advertisement

"Kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Bapak Djemadi yang telah berpulang ke rahmatullah pada hari kemarin di Tanah Suci. Semoga beliau mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah dan diberikan haji yang mabrur," ujar Subkan.

Subkan menjelaskan, almarhum memiliki riwayat penyakit sebelum berangkat ke Arab Saudi. Meski demikian, saat proses pemeriksaan kesehatan, kondisinya dinyatakan memenuhi syarat istitaah sehingga tetap dapat menunaikan ibadah haji.

Penyebab pasti kematian hingga kini masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

"Beliau meninggal di kamar. Diagnosis sementara kami belum tahu pasti, apakah karena jantung atau penyebab lain," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima Kemenhaj Trenggalek saat bertakziah ke rumah duka, almarhum masih sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui panggilan video sebelum kabar meninggal dunia diterima.

"Kemarin pihak keluarga menyampaikan almarhum masih sempat video call, makan seperti biasa, dan menanyakan kabar kesehatan. Karena ada pendampingan dari menantunya, seluruh kegiatan sebenarnya berjalan lebih nyaman," tutur Subkan.

Selama berada di Tanah Suci, Djemadi juga mendapat pendampingan dari menantunya melalui program penggabungan mahram. Pendampingan tersebut membantu almarhum menjalani aktivitas ibadah dengan lebih nyaman.

Terkait hak-hak jemaah yang meninggal dunia di Arab Saudi, Kemenhaj Trenggalek memastikan proses pemulasaraan hingga pengurusan asuransi menjadi kewenangan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Sementara itu, pihak daerah akan membantu melengkapi dokumen administrasi yang diperlukan keluarga.

"Kelihatannya memang dihandle oleh Kanwil mungkin kita hanya melengkapi berkas-berkas. Seperti yang kurang itu kita lengkapi kalau nanti ada permintaan dari kami," ujarnya.

Di sisi lain, kondisi jemaah haji asal Trenggalek yang masih berada di Arab Saudi dilaporkan dalam keadaan baik. Jemaah yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit juga telah kembali ke maktab masing-masing.

Saat ini Kemenhaj Trenggalek tengah mengupayakan proses tanazul atau mutasi kloter. Langkah tersebut dilakukan agar jemaah asal Trenggalek yang tersebar di Kloter 109 dan Kloter 115 dapat bergabung ke Kloter 105 sehingga dapat pulang bersama dalam satu rombongan.

"Kita berharap jemaah-jemaah yang tidak di 105, mungkin di 109 dan 115. Tapi ini bisa masuk semuanya ke 105 sehingga pulang bersama-sama," pungkas Subkan.

Berdasarkan data Kemenhaj Trenggalek, hingga saat ini terdapat tiga jemaah haji asal Trenggalek yang meninggal dunia di Tanah Suci, yakni Sulastri asal Kelurahan Kelutan, H. Suyudi asal Kelurahan Ngantru, dan Djemadi asal Kelurahan Surondakan.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait