3 Tips Belanja di Tengah Bencana, Hemat ala Kakeibo Jepang
Belanja yang sebelumnya merupakan rutinitas menyenangkan setiap hari kini justru menjadi kendala di tengah bencana banjir, tanah longsor, maupun tanah gerak yang bisa datang kapan saja di tengah musim hujan.
19 Dec 2024 • 21:00 WIB
Ilustrasi belanja di pasar. Pexels.com/Anastasiya Badun
Belanja yang sebelumnya rutinitas menyenangkan justru menjadi kendala di tengah bencana, seperti dialami sebagian masyarakat Trenggalek belakangan ini. Apakah itu banjir, tanah longsor, maupun tanah gerak, semua bisa datang kapan saja saat musim hujan.
Di tengah situasi bencana, belanja bukan lagi jalan-jalan dan refreshing. Namun, belanja harus dilakukan dengan cermat sesuai kebutuhan.
Metode Kakeibo yaitu mengatur keuangan ala orang Jepang bisa menjadi referensi ketika harus berbelanja di tengah situasi bencana. Metode ini mengatur tips perihal belanja sesuai kebutuhan dan memperhatikan keinginan yang tidak tahu peruntukannya.
Advertisement
Kakeibo membantu ibu rumah tangga belanja kebutuhan dan menghemat keuangan di tengah banyak bencana sehingga meminimalisir tingkat konsumtif.
Membuat Daftar Belanja
Biasanya belanja sesuai dengan apa yang dilihat, kali ini buat daftar belanja dari rumah terlebih dahulu. Membuat daftar belanja selain menghemat uang juga dapat menghemat waktu dan tenaga sehingga dapat mengerjakan pekerjaan lain setelah berbelanja.
Tulis barang yang ingin dibeli pada selembar kertas dan hindari membeli barang yang tidak ada di daftar. Hindari pula belanja setiap hari, coba belanja seminggu sekali dan lakukan preparing setiap minggunya seperti prepare kebutuhan lauk pauk dalam satu minggu penjadwalan.
Gunakan merk bahan belanja yang cenderung lebih murah dan efektif supaya cash flow di akhir bulan tidak membengkak dan masih memiliki simpanan uang untuk bisa membeli alat dan obat persiapan menghadapi bencana baik banjir maupun tanah gerak.
Belanja sesuai Kebutuhan bukan yang Menarik Perhatian
Belanja barang yang hanya menarik perhatian karena lucu justru akan semakin menumpuk di rumah tanpa digunakan. Hal ini tentu tidak sesuai dengan prinsip Kakeibo yang mengatur hemat dalam finansial keluarga. Barang yang mudah dilupakan ini justru menjadi sasaran penyelamatan terakhir ketika banjir datang, jadi tidak perlu membeli barang hanya karena menarik tanpa digunakan sama sekali.
Menambah barang selain dari kebutuhan hanya akan membuat bengkak anggaran dan mengacaukan budgeting yang sudah disusun sebelumnya. Tahan diri terhadap godaan barang menarik dalam bentuk diskon sekalipun.
Keluarkan Uang Hanya untuk Urgen
Belanja adalah kebutuhan utama dalam roda perputaran keuangan keluarga, tidak bisa dipungkiri ada saja pengeluaran uang terhadap hal-hal yang tidak dibutuhkan saat itu juga. Tegas kepada diri sendiri untuk hal-hal urgen di masa mendatang adalah kunci selamat finansial pasca bencana.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Trenggalek Rawan Bencana, MDMC dan Rumah Zakat Latih Guru Muhammadiyah tentang SPAB
Batu Sebesar Truk Jatuh Dari Tebing Dekat Bendungan Tugu, Tutup Akses Jalan Trenggalek-Ponorogo
Rumah Tua Tak Kuat Menahan Gempa, Warga Suruh Trenggalek Bertahan di Tengah Risiko
Bencana Longsor Trenggalek, Rumah Warga Pule Rusak Tertimpa Material
Lima Tahun Rumah Warga di Tepi Jurang Sungai Watulimo, Tak Kunjung Diperbaiki