TRENDING

Ansor Banser Trenggalek Siap Menjadi Garda Terdepan Tolak Tambang Emas

Terbit:

Kabar Trenggalek Pertambangan emas oleh PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) di Kabupaten Trenggalek terus terdapat penolakan dari berbagai unsur masyarakat. Baik kelompok masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas maupun pemerintah daerah, Sabtu (23/07/2022).

Sebagai salah satu organisasi pemuda terbesar di Trenggalek, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Trenggalek menyatakan sikap menolak keras terhadap pertambangan emas di Kabupaten Trenggalek. Ansor Banser Trenggalek siap mengadvokasi dan menghadang tambang emas di Trenggalek.

advertisement

M. Izzudin Zakki (Gus Zaki), selaku Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Trenggalek, mengajak semua kader Ansor Banser untuk menolak adanya tambang emas dalam bentuk apa pun yang dilakukan di Trenggalek.

“Setiap Diklatsar, setiap kesempatan, akan kami deklarasikan, bahwa Ansor Banser Trenggalek akan selalu mengatakan menolak tambang karena itu berpotensi merusak alam Trenggalek,” ungkap Gus Zaki dalam sambutannya di acara PKD, Diklatsar Banser dan Denwanser di Pondok Pesantren Darunnajah Trenggalek, Jumat (22/07/2022).

Gus Zaki selaku pimpinan tertinggi di cabang GP Ansor Trenggalek memberikan perintah kepada seluruh Ansor Banser untuk siap menghadang, jika nanti ada alat yang didatangkan untuk menambang di Trenggalek.

Sambutan inspektur apel, Kasatkorcab Banser Trenggalek
Sambutan inspektur apel, Kasatkorcab Banser Trenggalek/Foto: PAC GP Ansor Trenggalek

“Kepada sahabat-sahabat, harus siap kalau nanti alat berat didatangkan, Ansor Banser harus siap maju untuk mengusirnya” tegas Gus Zaki.

Gus Zaki juga berpesan kepada pihak Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta Camat di Trenggalek, bahwa Ansor Banser Trenggalek konsisten untuk menolak tambang emas di Trenggalek.

“Trenggalek akan bebas tambang emas, sehingga Trenggalek itu menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur [negeri yang baik dan rabb yang maha pengampun], jelas Gus Zaki.

Gus Zaki, menyampaikan Ansor Banser memiliki prinsip NKRI Harga Mati, sehingga wajib hukumnya untuk menjaga dan melindungi alam Trenggalek dari perusakan oleh tambang emas.

advertisement

“Karena Ansor Banser ini selalu punya prinsip NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya, Nusantara milik kita. Maka semua yang ada di NKRI wajib kita jaga, karena kita adalah ikut memilikinya,” ujar Gus Zaki.

Gus Zaki bersama pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah
Gus Zaki bersama pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah/Foto: PAC GP Ansor Trenggalek

Sebelumnya, pada tahun 2019, Gubernur Jawa Timur memberikan izin produksi tambang emas kepada PT SMN, meskipun mendapatkan penolakan dari kalangan masyarakat. Menurut data dari situs resmi MODI ESDM, PT SMN mendapatkan IUP Operasi Produksi dengan surat nomor P2T/57/15/.02/VI/2019.

PT SMN mendapatkan izin untuk melakukan operasi produksi emas di lahan seluas 12.813 hektare. Kecamatan yang masuk dalam lokasi operasi produksi tersebut, di antaranya Kecamatan Kampak, Watulimo, Dongko, Munjungan, Gandusari, Tugu, Karangan, Pule dan Suruh. Izin operasi produksi tersebut berlaku sejak 24 Juni 2019 sampai 24 Juni 2029.

Kabar terbaru, pada 12 Februari 2022, Kementerian Energi Sumber Saya dan Mineral (ESDM) membalas surat penolakan tambang emas yang suarakan oleh masyarakat bersama Bupati Trenggalek. Dalam poin pertama surat itu, Kementerian ESDM menerangkan bahwa area yang digunakan untuk kegiatan operasi produksi (project area) adalah seluas 396,5 Ha.

Berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) Tambang Emas PT SMN, lokasi awal eksploitasi yaitu di pegunungan Dusun Sentul (Desa Karangrejo) dan Buluroto (Desa Ngadimulyo), Kecamatan Kampak. PT SMN menyebutnya sebagai Prospek Sentul-Buluroto.

Banner Aliansi Rakyat Trenggalek Kami Tolak Tambang Emas Trenggalek
Banner Aliansi Rakyat Trenggalek Kami Tolak Tambang Emas Trenggalek/Foto: Dokumentasi Aliansi Rakyat Trenggalek

Berbagai fasilitas pertambangan emas akan dibangun di wilayah Prospek Sentul-Buluroto. Seperti disposisi area, bukaan tambang pit, jalan tambang, kantor administrasi tambang, gudang bahan peledak, dan lain-lain.

Bagi Gus Zaki, adanya tambang emas di Trenggalek merupakan bentuk diskriminasi dan penjajahan oleh pemilik modal (kapitalis) terhadap masyarakat pribumi.

Oleh karena itu, Gus Zaki berharap Ansor Banser Trenggalek dapat menjadi garda terdepan untuk menolak keras tambang emas di Bumi Menak Sopal Trenggalek.

“Kalau kemudian sahabat-sahabat yang selalu menerangkan cinta NKRI, cinta Pancasila, akan tetapi dijajah di negeri sendiri, maka ini adalah bentuk nyata dari diskriminasi antara orang yang memiliki modal, kapital, terhadap orang-orang yang asli pribumi seperti kita yang berada di sini,” tandas Gus Zaki.

advertisement

TERBARU

SIM Bentuknya Kartu tapi Disebut Surat, KK Bentuknya Surat tapi Disebut Kartu, Kenapa Bisa Gitu?

Kabar Trenggalek - Bukan karena kurang kerjaan, tetapi bagi kita sebagai masyarakat yang teliti,...

Pemilu 2024, PKS dan NasDem Pasang Badan Soal Dapil Trenggalek Berubah

Kabar Trenggalek - Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang sudah mendapat perhatian dari partai...

7 Bunga yang Mengeluarkan Aroma Harum saat Malam Hari, Salah Satunya Sering Dijumpai di Pemakaman

Kabar Trenggalek - Untuk menghiasi rumah, kebanyakan orang akan menanam tumbuhan. Entah di depan...

TOPIK TERKAIT