Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Sejumlah Wisata di Trenggalek Tak Punya Data Kunjungan, Disparbud Sebut Pengelolaan di Luar Instansi

Sejumlah destinasi di Trenggalek tak memiliki data kunjungan wisata. Disparbud menyebut pengelolaan di luar instansi jadi penyebabnya.

Poin Penting

  • Beberapa wisata Trenggalek tidak tercatat jumlah kunjungannya di portal SatuData.
  • Disparbud menyebut pengelolaan di luar instansi membuat data tak dilaporkan.
  • Pengelola desa wisata diminta mulai disiplin mencatat pergerakan wisatawan.

KBRT – Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Trenggalek tercatat tidak memiliki data jumlah kunjungan wisatawan, meskipun destinasi tersebut diketahui tetap dikunjungi masyarakat. Temuan ini terlihat dalam akses data portal SatuData Trenggalek, Sabtu (29/11/2025).

ADVERTISEMENT

Salah satu destinasi yang tidak memiliki data jumlah pengunjung adalah wisata Banyu Lumut di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu. Dalam portal SatuData, objek wisata itu masuk dalam daftar resmi tahun 2024, namun kolom jumlah kunjungannya kosong.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Pemasaran Wisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi. Menurutnya, tidak tercatatnya kunjungan wisatawan dipengaruhi beberapa faktor, termasuk pengelolaan yang berada di luar Disparbud.

"Kemungkinan gini, satu destinasi itu sebenarnya tidak dikelola berdasarkan tiket, jadi ya ada orang yang berkunjung ke situ tapi enggak terdata. Saya yakin karena ada l misalnya Banyu Lumut di Tegaren itu kemarin ada program ini dari mahasiswa UPN itu," ujarnya.

Selain Banyu Lumut, sejumlah wisata lain seperti Pantai Cengkrong juga tampil tanpa data kunjungan di portal tersebut.

ADVERTISEMENT

Bambang menambahkan, beberapa destinasi tidak melaporkan jumlah pengunjung karena dikelola oleh pihak desa atau lembaga non–Disparbud. Akibatnya, pergerakan wisatawan tidak terdokumentasi.

"Jadi, memang untuk teman-teman pengelolaan desa wisata itu nantinya akan kita dorong untuk lebih jeli untuk mencatat setiap pergerakan wisatawan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa destinasi yang berada di luar naungan Disparbud juga tidak berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya Pantai Mutiara, yang pengelolaannya dilakukan oleh koperasi.

Pada tahun 2024, Pantai Mutiara menyumbang lebih dari 440 ribu wisatawan dari total 1 juta kunjungan. Sementara itu, pada tahun 2025 kunjungannya tercatat hampir 300 ribu dari total 700 ribu wisatawan.

"Jadi ada yang belum disiplin nyatat, kalau ada yang belum disiplin nyatat itu, harus segera mencatat. Untuk program ementara kami akan mendahulukan sudah sudah mau menerima wisatawan dulu," kata dia.

ADVERTISEMENT
Kawan Pembaca, Terimakasih telah membaca berita kami. Dukung Kabar Trenggalek agar tetap independen.
Dukung Kami

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz