Sejarah Tersembunyi: Alun-Alun dan Pendopo Trenggalek Tak Bergeser Sejak 1920-an
KBRT – Sejumlah bangunan bersejarah di pusat pemerintahan Kabupaten Trenggalek masih berdiri kokoh hingga kini. Meski zaman sudah berganti, lokasi dan fungsi utama bangunan tersebut nyaris tidak berubah sejak masa penjajahan Belanda.Ketua Pemerhati Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji, mengungkapkan setidaknya ada tiga bangunan penting yang tidak bergeser dari titik awalnya. Tiga bangunan itu adala...
05 Sep 2025 • 18:00 WIB
Alun-Alun dan Pendopo Trenggalek Tak Bergeser Sejak 1920-an. KBRT/Istimewa
KBRT – Sejumlah bangunan bersejarah di pusat pemerintahan Kabupaten Trenggalek masih berdiri kokoh hingga kini. Meski zaman sudah berganti, lokasi dan fungsi utama bangunan tersebut nyaris tidak berubah sejak masa penjajahan Belanda.
Ketua Pemerhati Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji, mengungkapkan setidaknya ada tiga bangunan penting yang tidak bergeser dari titik awalnya. Tiga bangunan itu adalah Alun-Alun Trenggalek, Masjid Agung Baiturrahman, dan Pendopo Manggala Praja Nugraha.
“Menurut peta Belanda tahun 1920-an, ada simbol RT yang merupakan singkatan dari regent atau kantor bupati. Letaknya berada di sebelah timur alun-alun,” ujar Harmaji.
Advertisement
Ia memastikan, kompleks pendopo atau rumah dinas bupati tidak pernah berubah lokasi sejak era kolonial.
“Tentu saja saat pemerintahan Bupati Trenggalek yang pertama tahun 1950-an, pendopo sudah ada di situ dan sampai sekarang tidak bergeser,” lanjut guru SMAN 2 Trenggalek tersebut.
Selain pendopo, Masjid Agung dan alun-alun juga tidak berubah. Dalam peta lama, alun-alun bahkan digambarkan memiliki jalan setapak yang membelah dari utara ke selatan.
Bangunan lain yang masih bertahan hingga kini adalah Europe School yang kini difungsikan sebagai SMPN 3 Trenggalek. Lalu, SDN 2 Ngantru yang dulunya merupakan bangunan penjara.
“Di sisi utara juga ada inlander school atau sekolah untuk pribumi yang saat ini digunakan sebagai Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.
Menurut Harmaji, meski ada kemungkinan beberapa bangunan bergeser, lokasinya tidak jauh dari titik semula. Pergeseran itu bisa saja terjadi akibat agresi militer Belanda.
“Pada saat itu, bangunan-bangunan banyak yang dibakar agar tidak diduduki Belanda. Mulai peristiwa Bandung Lautan Api hingga Medan Area, begitu juga di Trenggalek. Jadi, jika pun dibangun ulang, letaknya tidak jauh dari titik awal,” ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Temuan Jambangan Kuno di Trenggalek, Pegiat Sejarah: Kemungkinan Bukan Tempat Aslinya
Catat Lokasinya, Ini Tempat Berburu Takjil Ramadhan di Trenggalek Tahun 2026
Siapa Pencetak Gol Kemenangan Terkenal untuk Belanda di Final UEFA Euro 1988?
Intip Kisah Adipati Bratakusuma, Tumpas Brandal Gunung Klothok Warok Secadarma
Menelusuri Warisan Trenggalek: Cerita di Balik Lomba Jelajah Situs Pramuka 2025