Safari Ramadan di Pule: Puluhan Ribu Peserta BPJS Dinonaktifkan Jadi Pembahasan
Safari Ramadan Pemkab Trenggalek di Desa Pule diisi layanan publik terpadu. Sekitar 12 ribu peserta BPJS PBI dinonaktifkan pusat.
05 Mar 2026 • 16:00 WIB
Safari Ramadan Pemkab Trenggalek di Kecamatan Pule. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Safari Ramadhan 2026 digelar siang hari bareng program Meningdeh.
- Warga antusias urus adminduk hingga akses layanan kesehatan.
- 12 ribu peserta BPJS PBI dinonaktifkan, pasien kronis desil 1–5 tetap dilayani.
TRENGGALEK – Safari Ramadan Pemkab Trenggalek tahun ini tampil beda. Bukan sekadar silaturahmi dan tausiyah, tapi juga dibarengi layanan publik jemput bola yang langsung diserbu warga.
Mewakili Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang masih berada di Tanah Suci, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Trenggalek, dr. Saeroni, hadir dalam Safari Ramadan di Masjid Al Istiqomah, Dusun Bangunsari, Desa Pule, Kecamatan Pule, Rabu (04/03/2026).
Kegiatan diawali dengan pembukaan layanan masyarakat terpadu. Sejumlah instansi membuka meja pelayanan, mulai dari administrasi kependudukan, BPJS Kesehatan, layanan sosial Dinas Sosial PPPA, layanan kesehatan umum, kesehatan hewan, hingga Samsat Keliling.
Advertisement
Antusiasme warga terlihat paling tinggi di layanan adminduk. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk mengurus dokumen tanpa harus datang jauh ke kantor kabupaten.
Saeroni menjelaskan, pelaksanaan Safari Ramadhan 2026 memang sengaja digelar siang hari, berbeda dari pola tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan malam.
Menurutnya, konsep ini dikombinasikan dengan program Meningdeh (Makaryo Ning Desa Hebat), sehingga nuansa pelayanan publik lebih terasa.
Selain mendekatkan layanan, Safari Ramadhan tetap membawa misi utama mempererat silaturahmi antara ulama, umaro, dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Saeroni juga menyinggung isu yang cukup krusial: penonaktifan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh pemerintah pusat.
“Ada kurang lebih 12 ribu peserta BPJS yang dinonaktifkan, namun untuk penyakit kronis seperti gagal ginjal jangan takut, khususnya untuk masyarakat yang berada di desil 1 hingga 5 masih bisa mendapatkan pelayanan,” kata Saeroni di Serambi Masjid Al Istiqomah.
Ia menegaskan, masyarakat yang masuk kategori desil 1 sampai 5—kelompok ekonomi terbawah dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial—tetap mendapatkan akses layanan, terutama untuk kasus penyakit kronis.
Tak hanya soal kesehatan, Saeroni juga mengulas sejumlah program strategis pemerintah pusat yang kini mulai berjalan di daerah.
Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), ia menyebut sudah tersedia kanal pengaduan bagi masyarakat. Kanal ini menampung laporan terkait menu, kualitas makanan, hingga temuan makanan basi.
Harapannya, mekanisme aduan tersebut bisa menjadi kontrol publik agar pelaksanaan MBG semakin baik dan tepat sasaran.
Sementara itu, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasil pertanian dan komoditas warga. Produk lokal nantinya bisa terserap, termasuk untuk mendukung kebutuhan MBG.
Adapun program Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Di Trenggalek, pembangunannya masih berproses. Untuk sementara, kegiatan Sekolah Rakyat dilaksanakan di Kantor Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Trenggalek.
Safari Ramadhan kali ini bukan hanya tentang agenda seremonial. Ada isu kesehatan, jaminan sosial, sampai distribusi pangan yang ikut dibahas. Bagi warga Pule, momen ini jadi ruang tanya sekaligus akses langsung ke pemerintah—tanpa birokrasi berbelit.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Sekda Segera Pensiun, Pemkab Trenggalek Mulai Cari Pengganti Komisaris Bank Jwalita
Posyandu di Trenggalek Berubah, Kini Ibu Hamil hingga Lansia Dilayani dalam Satu Waktu