Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Kabar TrenggalekKabar Trenggalek

Press ESC / Click X icon to close

My Account

Puasa Ramadan: Dasar Hukum dan Syarat Puasa

  • 27 Feb 2025 17:00 WIB
  • Google News

    KBRT - Puasa disebut juga dengan istilah saum atau siyam, yaitu menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat.

    Dalam bulan Ramadan ada kewajiban bagi umat Islam yaitu menjalankan puasa Ramadan sebulan penuh. Pengertian puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Ramadan.

    Puasa Ramadan adalah menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari selama satu bulan yaitu bulan Ramadan. Ramadan disebut bulan suci karena bulan itu diturunkannya Al-Qur’an dan diwajibkannya umat Islam berpuasa sebulan penuh.

    Dalam bulan Ramadan ada malam yang sangat istimewa yaitu malam lailatul qadar, malam yang nilai kebaikannya lebih utama dan mulia dari seribu bulan.

    Dasar Hukum Puasa Ramadan

    Puasa merupakan rukun Islam yang ketiga yang diwajibkan bagi umat Islam pada bulan Ramadan sebulan penuh. Perintah wajib puasa turun pada tahun kedua hijriah.

    Dasar hukum dari pelaksanaan puasa adalah Al-Qur’an Dengan turunnya ayat tentang puasa (Ayatussiyam).

    Syarat Wajib Puasa

    Syarat wajib puasa dilansir dari buku Puasa Ramadan karya Dewi Qurratul Aeni, S.Ag. sebagai berikut.

    ADVERTISEMENT
    Migunani

    Muslim

    Muslim adalah orang yang beragama Islam baik laki-laki atau perempuan. Orang nonmuslim tidak wajib puasa.

    Berakal

    Berakal sehat artinya dapat berpikir dengan baik. Akalnya tidak ada gangguan baik yang permanen atau sementara. Gangguan akal yang permanen seperti gila, stress, gangguan jiwa dan lain-lain.

    Sedangkan gangguan akal yang sifatnya sementara misalnya koma, pingsan, mabuk, dan dalam pengaruh obat-obat terlarang.

    Balig atau Dewasa

    Puasa wajib bagi orang Islam yang sudah mukalaf, yaitu bagi anak laki-laki yang sudah mengalami mimpi basah atau berumur 15 tahun, anak-anak di bawah umur tidak wajib puasa. Sedangkan bagi anak perempuan ditandai dengan adanya datang bulan atau menstruasi.

    Kuat dan Mampu Berpuasa

    Puasa membutuhkan ketahanan fisik yang kuat agar bisa menahan lapar dan dahaga sehari penuh di samping juga keimanan yang kuat. Hanya orang-orang yang sehat jasmani dan rohani serta kondisi fisik yang bagus dan kuat yang wajib berpuasa.

    Orang sakit, musafir (yang sedang dalam perjalanan) atau orang yang sudah tua yang kondisi badannya sudah lemah boleh tidak berpuasa. Bagi orang sakit dan musafir harus mengganti puasanya pada hari yang lain. Sedangkan untuk orang yang sudah lanjut usia ia wajib membayar fidyah.

    Tidak dalam Keadaan Haid atau Nifas (bagi Perempuan)

    Bagi orang yang sedang haid atau nifas tidak boleh berpuasa pada saat itu. Namun jika telah selesai masa haid atau nifasnya, maka ia wajib mengganti puasanya sebanyak hari yang ditinggalkannya.

    Kabar Trenggalek - Edukasi

    Editor:Zamz

    ADVERTISEMENT
    Lodho Ayam Pak Yusuf