Peringati Maulid Nabi, Jamaah Masjid Al-Khusna Trenggalek Tebar Syukur dan Kebersamaan
KBRT – Jumat malam, 5 September 2025, lantunan sholawat menggema dari pengeras suara sejumlah masjid di Trenggalek. Momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang akrab disebut mauludan terasa khidmat.Di Masjid Al-Khusna, RT 12 RW 04 Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek, sekitar 50 jamaah putra-putri tidak langsung beranjak usai salat Maghrib berjamaah. Mereka duduk bersila, melanjutkan de...
06 Sep 2025 • 12:00 WIB
Jamaah Masjid Al-Khusna Trenggalek Tebar Syukur dan Kebersamaan. KBRT/Nandika
KBRT – Jumat malam, 5 September 2025, lantunan sholawat menggema dari pengeras suara sejumlah masjid di Trenggalek. Momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang akrab disebut mauludan terasa khidmat.
Di Masjid Al-Khusna, RT 12 RW 04 Desa Sambirejo, Kecamatan Trenggalek, sekitar 50 jamaah putra-putri tidak langsung beranjak usai salat Maghrib berjamaah. Mereka duduk bersila, melanjutkan dengan doa bersama dan tasyakuran rutin.
“Tiap tahun selalu rutin ada kegiatan memperingati maulid Nabi. Kali ini jamaah Masjid Al-Khusna melakukan doa bersama dilanjut pembacaan kisah kenabian Al-Barzanji,” ujar Ahmad Dahlan (36), takmir Masjid Al-Khusna sekaligus pemimpin kegiatan.
Advertisement
Biasanya, peringatan maulid di masjid tersebut diisi dengan pengajian bersama mubalig. Namun tahun ini, acara dilaksanakan lebih sederhana. Dana masjid yang sebelumnya biasa dipakai untuk mengundang penceramah, dialihkan untuk membeli peralatan pengurusan jenazah.
“Kali ini, jamaah membawa nasi kotak untuk dibagi-bagikan bersama setelah doa bersama selesai,” kata Dahlan.
Dahlan menambahkan, dahulu jamaah sering membawa hidangan ayam lodho dan nasi gurih. Namun kini, kebiasaan itu diganti dengan nasi kotak agar lebih praktis serta menjaga karpet masjid tetap bersih.
“Kegiatan ini adalah salah satu bukti cinta dan syukur kita atas lahirnya Nabi Muhammad, bukan kok foya-foya. Karena siapa saja yang senang dengan kelahiran Nabi, maka akan diangkat derajatnya,” ucapnya.
Dalam riwayat, Dahlan mengisahkan, bahkan Abu Lahab—paman Nabi Muhammad yang dikenal membencinya—diringankan siksa kuburnya setiap hari Senin. Hal itu karena Abu Lahab merasa gembira ketika Nabi lahir dan mengadakan jamuan serta memerdekakan budaknya.
Selain doa dan tasyakuran, jamaah juga melibatkan anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Mereka membawa bekal dari rumah, lalu mendapat uang saku satu per satu dari pengurus masjid sebelum pulang.
“Seperti anak-anak TPA, semuanya senang dan gembira walau uang saku yang dibagikan tidak besar. Tak peduli nominalnya, yang terpenting bisa menyebarkan kegembiraan di momen maulid,” ujar Dahlan.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Pertamax Tembus Rp16.250, SPBU Trenggalek Catat Lonjakan Pembeli Pertalite
Jangan Khawatir, Tarif Bus Trenggalek-Tulungagung Masih Normal Meski Jalur Jauh
4 Kecamatan di Trenggalek ini Tidak Punya Lampu Merah
Luas Hutan Lindung per Kecamatan di Kabupaten Trenggalek
KDMP di Trenggalek Sudah Mulai Bergerak, Tapi Masih Menunggu Lampu Hijau Regulasi