KBRT - Apabila lidah dan berbagai ucapan sangat banyak merusak kemuliaan manusia, hal pertama yang harus dievaluasi adalah kualitas pengendalian diri. Ada banyak orang yang secara konsisten dapat mengendalikan dirinya, mengontrol penuh atas segala perbuatan dan tindakannya, ia mampu menghindari diri dari dosa dan kesalahan.
Inilah cermin orang yang memiliki daya pengendalian terbaik. Ketika mengucapkan niat berpuasa sebelum azan subuh berkumandang, itulah awal seseorang memulai sebuah proses pengendalian diri secara menyeluruh. Ia tak hanya mengendalikan terhadap makanan dan minuman, juga mengendalikan seluruh aktivitas lahiriah dan batiniah yang dapat merusak kesucian bulan Ramadan.
Dalam dunia tasawuf, Ramadan dan berbagai amaliah di dalamnya merupakan proses pembelajaran untuk mencapai pengendalian diri secara paripurna. Panca indra, hati dan pikiran merupakan aspek yang harus benar-benar dikendalikan, semuanya dikelola secara baik agar tidak melakukan hal-hal negatif. Alhasil, bagi seorang yang berniat menunaikan ibadah puasa, sesungguhnya ia juga berniat melakukan pengendalian terhadap panca indra, hati dan pikirannya.
Berikut solusi pengendalian diri dilansir dari buku Kontemplasi Ramadan karya Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Daftar Isi [Show]
Memuasakan Pikiran
Bagi para sufi atau ahli spiritual salah satu unsur yang harus dipuasakan dan dikendalikan ialah pikiran. Aktivitas kita banyak dikendalikan oleh pikiran. Baik dan buruknya puasa, juga banyak ditentukan sejauh mana kita dapat mengelola pikiran.
Memuasakan pikiran berarti membatasi diri untuk memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat, khususnya pikiran-pikiran jorok, pikiran yang bisa menjadi kendaraan iblis untuk mengajak seorang hamba menjauhi Tuhan.
Dengan sengaja menggunakan pikiran untuk memikirkan hal-hal yang bercitra negatif, hal itu dapat merusak makna puasa. Ketika kita mampu mengendalikan lidah untuk tidak menerima asupan apapun, itu adalah simbol pengendalian diri. Ketika pengendalian diri dari asupan makanan dan minuman berhasil kita lakukan, seharusnya ini juga diikuti dengan kemampuan mengendalikan pikiran agar tidak terjerumus pada hal-hal yang negatif. Pengendalian pikiran juga sangat penting artinya di dalam ibadah shalat.
Memuasakan Penglihatan
Memuasakan penglihatan bagian dari puasa khawas. Yang dimaksud memuasakan penglihatan ialah menahan diri untuk melihat atau menyaksikan sesuatu yang tidak pantas untuk dilihat. Baik itu berupa sesuatu yang diharamkan secara mutlak seperti aurat lawan jenis, maupun sesuatu yang tidak haram dilihat tetapi jika ditatap berlama-lama bisa membangkitkan nafsu.
Melihat wajah lawan jenis berlama-lama yang bukan muhrim sesungguhnya bukan sesuatu yang haram namun bisa menimbulkan fitnah dan pada akhirnya menjadi haram jika pandangan menancap terhadapnya. Tas, alat-alat kosmetik, dan elektronik dianggap halal untuk dilihat dan ditonton, tetapi jika terus ditatap lalu muncul nafsu untuk mengambil alih, apalagi dengan cara-cara yang tidak benar maka itu dianggap menodai dan merusak amalan puasa.
Memuasakan Penciuman
Memuasakan penciuman bukan hanya berarti memuasakan penciuman terhadap bebauan yang bersifat fisik seperti harumnya parfum dan baunya kotoran, tetapi lebih dari itu, memuasakan penciuman panca indra batin. Memuasakan panca indra lahiriah ialah berusaha untuk membatasi diri mencium aroma yang bisa memancing nafsu makan, minuman, atau rokok. Orang yang tidak bisa membatasi diri untuk mengendalikan penciumannya, kalau ia perokok, begitu mencium bau rokok maka badannya sertamerta menjadi lemah sampai mengisap rokok.
Orang yang mencium aroma makanan kesayangannya ketika sedang berpuasa, ia akan berusaha mendeteksi bau itu walaupun tidak memakannya. Parfum yang semerbak juga bisa menggoda seseorang untuk mengimajinasikan sesuatu yang melibatkan nafsu berahi.
Seorang laki-laki ketika mencium aroma parfum perempuan maka ia akan mengimajinasikan tubuh yang molek, mulus, dan seterusnya. Karena itu, orang-orang yang sensitif terhadap aroma bebauan, sebaiknya menjauhkan dirinya dari hal-hal yang dapat memantik niat berzina.
Kabar Trenggalek - Pendidikan
Editor:Zamz