Pembagian Bansos Tidak Merata, Wakil Bupati Trenggalek Akui Ada Masalah Pendataan Tidak Valid
Kabar Trenggalek - Warga Trenggalek banyak yang tidak mendapatkan Bantuan Sosial Pangan (BSP) karena persoalan pendataan yang kurang baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, saat rapat koordinasi Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Gedung Bhawarasa, pada Kamis 30 September 2021, Jumat (1/10/2021). Syah mengatakan,...
W
Wahyu AO
28 May 2022 • 08:43 WIB
Kabar Trenggalek - Warga Trenggalek banyak yang tidak mendapatkan Bantuan Sosial Pangan (BSP) karena persoalan pendataan yang kurang baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, saat rapat koordinasi Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Gedung Bhawarasa, pada Kamis 30 September 2021, Jumat (1/10/2021).
Syah mengatakan, pendataan Bansos harus segera diperbaiki menjadi lebih sinkron dan valid supaya warga Trenggalek bisa mendapatkan Bansos secara merata dan tepat sasaran.
Syah mengungkapkan, data yang sudah diusulkan dari pemerintah desa ke pemerintah pusat itu tidak terpakai. Hal ini dikarenakan data dari pemerintahan pusat berisi data lama yang di dalamnya masih ada data warga yang mampu ataupun warga yang sudah meninggal.
Baca juga: Warga Trenggalek yang Belum Dapat Bansos Bisa Lapor Lewat Whatsapp
"Bahkan pemerintah desa enggan melakukan pemutakhiran data penerima Bansos karena data yang diperbaiki menjadi tidak terpakai. Masih harus banyak yang kami selesaikan. Termasuk pendatan yang menjadi penyakit menahun ini menjadi prioritas kami untuk menyembuhkan," terang Syah.
Menurut Syah, data penerima Bansos yang tidak sinkron dan valid ini membuat masyarakat Trenggalek kecewa.
"Masyarakat itu punya hak menerima, namun harus kecewa karena tidak bisa menerima bantuan. Padahal sudah diusulkan," terangnya.
Persoalan data penerima Bansos ini perlu menjadi catatan dalam rapat bersama stakeholder dari agen-agen yang menyalurkan. Selain persoalan pendataan penerima Bansos, Syah menambahkan ada masalah terkait harga BSP yang tidak sama, serta asas pemerataan pembagian Bansos yang kurang optimal.
Baca juga: Warga Trenggalek, Begini Cara Daftar dan Cek Penerima Bansos Online
"Ini menjadi PR [pekerjaan rumah] kami untuk mengevaluasi apa yang sudah berjalan. Terkait bagaimana bisa mengupayakan agar harga ini bisa tidak terlalu jauh timpangnya. Terus apa yang didapat oleh masyarakat ini juga sesuai dengan yang mereka butuhkan," tambah Syah.
Ratna Sulistyowati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos PPPA) Trenggalek, memberi penjelasan. Ratna mengatakan, pihaknya tidak pernah mendapatkan daftar data turunan BSP dari pemerintah pusat. Justru Dinsos Trenggalek mendapatkan data BSP dari bank penyalur.
"Data malah kami dapatkan dari bank penyalur. Dan saya berpesan kepada agen penyalur, jangan bermain-main soal Bansos. Bank penyalur seharusnya melakukan pengawasan kepada agen penyalur yang nakal. Karena penunjukan agen penyalur dari rekomendasi bank penyalur," kata Ratna.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Trenggalekpedia
12 May 2026
Update Data DTSEN Trenggalek: Pemutakhiran Triwulan II Tahun 2026
Edukasi
07 May 2026
Cara Merubah Data Desil Yang Tidak Akurat Secara Online Maupun Offline
Sosial
27 Apr 2026
Jadwal Lengkap Bansos KLJ 2026: Skema Rapel dan Syarat Penerima
Edukasi
22 Apr 2026
Daftar dan Pengertian Desil Penerima Bansos, Simak Detailnya Disini
Sosial
11 Apr 2026
Update Cara Cek Bansos April 2026: Panduan Mudah PKH dan BPNT Lewat HP
Advertorial
10 Mar 2026