Pemadaman Bergilir Tak Ganggu Rumah Sakit, RSUD Soedomo Siapkan Backup Berlapis

Pemadaman listrik bergilir di Trenggalek tidak berdampak pada layanan RSUD dr. Soedomo. Rumah sakit memiliki dua jalur listrik prioritas dan cadangan genset berkapasitas besar.

Pemadaman Bergilir Tak Ganggu Rumah Sakit, RSUD Soedomo Siapkan Backup Berlapis

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek Sujiono paparkan soal pemadaman listrik. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • RSUD dr. Soedomo tidak terdampak pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Trenggalek.
  • Rumah sakit mendapat pasokan listrik prioritas dari dua jalur PLN berbeda, yakni Tugu dan Watulimo.
  • Dua genset berkapasitas 650 KVA dan 850 KVA disiagakan untuk menjaga layanan tetap berjalan 24 jam.

TRENGGALEK - Pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah Trenggalek memunculkan pertanyaan di kalangan warga. Saat rumah-rumah dan sejumlah fasilitas mengalami gangguan pasokan listrik, aktivitas di RSUD dr. Soedomo justru tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Ternyata, rumah sakit rujukan milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek itu memiliki sistem pengamanan pasokan listrik berlapis yang membuat pelayanan kesehatan tetap berlangsung meski terjadi gangguan jaringan listrik.

Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap layanan rumah sakit selama masa pemadaman bergilir berlangsung.

Advertisement

Menurutnya, RSUD dr. Soedomo termasuk fasilitas publik yang mendapatkan prioritas pasokan listrik dari PLN karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Dengan adanya pemadaman listrik bergilir di Trenggalek saat ini, insyaallah RSUD dr. Soedomo Trenggalek tidak berdampak sama sekali karena dari pihak PLN kita mendapatkan jalur prioritas," ujarnya.

Bukan hanya mendapat status prioritas, rumah sakit tersebut juga memperoleh pasokan listrik dari dua jalur berbeda. Sistem ini membuat suplai listrik tetap tersedia meski salah satu jaringan mengalami gangguan.

Sujiono menjelaskan, pasokan listrik RSUD dr. Soedomo berasal dari jalur Tugu dan jalur Watulimo.

"RSUD ini mendapatkan dua suplai jalur PLN, yaitu dari jalur Tugu dan jalur Watulimo. Jadi kalau satu jalur mati, masih disuplai dari jalur yang satunya," jelasnya.

Skema tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pelayanan rumah sakit tetap berjalan stabil saat sebagian wilayah lain mengalami pemadaman.

Pasokan listrik yang andal menjadi kebutuhan vital bagi rumah sakit karena hampir seluruh layanan medis bergantung pada peralatan elektronik, mulai dari ruang operasi, laboratorium, instalasi gawat darurat, hingga ruang perawatan pasien.

Tak berhenti di situ, RSUD dr. Soedomo juga menyiapkan lapisan pengaman tambahan berupa dua unit genset berkapasitas besar yang siap dioperasikan kapan saja jika terjadi gangguan pada jaringan utama.

"RSUD dr. Soedomo saat ini mempunyai dua genset, nilainya 650 KVA dan 850 KVA. Insyaallah dua genset ini sudah bisa mencukupi jika saat PLN mati, sehingga kebutuhan listrik tetap tercover," kata Sujiono.

Dengan kombinasi dua jalur pasokan listrik dan dua genset cadangan, rumah sakit memastikan pelayanan kesehatan tetap berlangsung selama 24 jam tanpa terganggu kondisi jaringan listrik di luar fasilitas.

"PLN memberikan prioritas utama kepada rumah sakit sebagai pelayanan publik," katanya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait