Pantai Cengkrong Jadi Titik Awal Perubahan, Ratusan Warga Bergerak Lawan Sampah

Pemkab Trenggalek meluncurkan gerakan Tergalak Asri di Pantai Cengkrong. Program ini mendorong budaya hidup bersih mulai dari rumah tangga hingga kantor.

Pantai Cengkrong Jadi Titik Awal Perubahan, Ratusan Warga Bergerak Lawan Sampah

Bersih pantai di Cengkrong Trenggalek oleh pemerintah. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Lebih dari 300 peserta terlibat dalam aksi bersih Pantai Cengkrong.
  • Pemkab meluncurkan gerakan Tergalak Asri bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
  • Warga didorong membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

TRENGGALEK - Tumpukan sampah mungkin bisa dibersihkan dalam sehari. Namun mengubah kebiasaan membuang dan mengelola sampah membutuhkan waktu jauh lebih lama. Pesan itu yang ingin dibawa Pemerintah Kabupaten Trenggalek saat menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Cengkrong, Kecamatan Watulimo, Senin (15/06/2026).

Lebih dari 300 orang turun langsung ke kawasan pesisir untuk memungut sampah yang tersebar di sekitar pantai dan area mangrove. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus peluncuran gerakan baru bertajuk Tergalak Asri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Trenggalek, Cusi Kurniawati, mengatakan pemilihan Pantai Cengkrong bukan tanpa alasan. Selain menjadi rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan itu juga mendukung persiapan tradisi Sembonyo yang akan digelar di kawasan tersebut pada 17 Juni mendatang.

Advertisement

"Selain itu membersihkan Pantai Cengkrong untuk membantu persiapan Sembonyo Pantai Cengkrong dilaksanakan tanggal 17 Juni 2026," ujar Cusi.

Peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari ASN, pelajar sekolah Adiwiyata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), nelayan, unsur Forkopimcam, hingga warga sekitar pantai.

Alih-alih sekadar kerja bakti biasa, seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan lebih dulu ditimbang sebelum diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Cara ini dilakukan untuk mengetahui jumlah sampah yang terkumpul sekaligus membangun kesadaran bersama tentang banyaknya sampah yang masih ditemukan di lingkungan wisata.

"Selain dari dinas, ada dari Pokdarwis, nelayan, sekolah Adiwiyata, dari unsur forkopimcam dan juga masyarakat sini," kata Cusi.

Pada kesempatan itu, DLH Trenggalek juga mengenalkan program Tergalak Asri, akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program tersebut menjadi tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat agar daerah terus memperkuat aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.

Nantinya, gerakan itu akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana namun berkelanjutan, mulai dari kerja bakti rutin, olahraga bersama, hingga kebiasaan membersihkan lingkungan kerja sebelum memulai aktivitas.

"Kalau Jumat itu olahraga, kerja bakti, itu yang disarankan dan secara umum OPD juga membantu untuk mewujudkan itu sesuai dengan kewenangannya masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Edy Soepriyanto, menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang buruk bukan hanya berdampak pada lingkungan sekitar, tetapi juga menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

"Pengelolaan sampah yang tidak baik adalah ancaman bagi dunia dan bagi umat," kata Edy.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memulai perubahan dari langkah paling sederhana, yakni memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan nonorganik, menurutnya, perlu dipisahkan agar lebih mudah diolah dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pria yang akan memasuki masa purna tugas tersebut berharap budaya mengelola sampah secara benar semakin tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, lingkungan yang bersih tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan atau pemerintah, tetapi juga kebiasaan sehari-hari setiap warga.

"Saat ini yang perlu dibudayakan adalah pengolahan sampah yang baik. Mulai dari rumah tangga untuk kita memilah sampah," ujarnya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait