Ngaku Mau Ritual, 4 Orang di Trenggalek Digerebek Warga Karena Bawa Alat Tambang
KBRT - Empat orang warga pendatang digrebek warga Sumberbening, Kecamatan Dongko, Trenggalek. Awalnya, empat orang itu ngaku hendak melakukan ritual. Namun, konangan membawa alat pertambangan tradisional. Peristiwa itu terjadi Rabu (08/05/2025). Kronologi diketahuinya, ada warga yang curiga terkait kegiatan empat orang di dekat pancuran Desa Sumberbening. Kemudian, warga berduyun-duyun mendat...
08 May 2025 • 12:42 WIB
Lokasi pendatang yang ngaku ritual di Desa Sumberbening. KBRT/Istimewa
KBRT - Empat orang warga pendatang digrebek warga Sumberbening, Kecamatan Dongko, Trenggalek. Awalnya, empat orang itu ngaku hendak melakukan ritual. Namun, konangan membawa alat pertambangan tradisional.
Peristiwa itu terjadi Rabu (08/05/2025). Kronologi diketahuinya, ada warga yang curiga terkait kegiatan empat orang di dekat pancuran Desa Sumberbening. Kemudian, warga berduyun-duyun mendatangi 4 orang yang dicurigai.
Di lokasi warga menemukan beberapa alat penambangan seperti alat pendulang emas, serta beberapa alat untuk menggali. Namun, 4 orang bersikeras untuk mengaku jika mencari emas, sehingga warga menyuruh untuk turun dan meninggalkan tempat.
Advertisement
“Saya dikabari warga Pukul 13.00 Wib, dan saya datangi. Sempat komunikasi ngakunya mau ritual [di pancuran sumberbening],” terang Suyanto Kepala Desa Sumberbening saat dikonfirmasi melalui telepon.

Dalam mediasi, warga yang berkumpul cukup banyak. Namun, ada 1 orang yang ngaku mau ritual tapi membawa alat tambang tradisional itu cukup sulit dimintai keterangan. Akhirnya, Kades merekomendasikan dibawa ke Polsek Dongko.
“Saya menyusul ke Polsek Dongko Pukul 17.30 Wib, ke-4 orang itu mengaku [mau mencari emas]. Kemudian, mau dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi aktivitas seperti itu,” ujarnya.
Suyanto menambahkan, peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi warga. Dirinya juga menegaskan, saat ini warga cukup peka terkait aktivitas mencurigakan termasuk soal tambang emas. Karena wilayahnya masuk konsesi bisnis ekstraktif.
“Kejadian kemarin itu reaksi cepat warga, dan keseriusan dalam menjaga lingkungan dari ancaman yang mau ngerusak.”
Hingga berita ini diterbitkan, penulis sudah berusaha untuk menghubungi Polsek Dongko, namun belum ada jawaban resmi.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Geopark Trenggalek Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Sekaligus Benteng Kawasan Kars
Sebelum Plastik Populer, 7 Daun Ini Jadi “Kemasan Andalan” Makanan Tradisional Indonesia