Wajah Pendidikan Trenggalek Tahun Ajaran Baru, Puluhan SD Dapat 2-4 Siswa Ada yang Tidak Dapat

SPMB 2026/2027 Trenggalek menyisakan evaluasi. Sejumlah SD negeri minim murid baru, bahkan SD Negeri 3 Karangturi Munjungan tidak mendapat siswa baru.

Wajah Pendidikan Trenggalek Tahun Ajaran Baru, Puluhan SD Dapat 2-4 Siswa Ada yang Tidak Dapat

Wajah Pendidikan Trenggalek tahun ajaran baru. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • SPMB 2026/2027 Trenggalek berjalan lancar, seluruh calon siswa telah mendapatkan sekolah.
  • SD Negeri 3 Karangturi Munjungan menjadi satu-satunya SD yang tidak mendapat murid baru.
  • Dinas Pendidikan mendorong sekolah meningkatkan kualitas layanan agar kembali dipercaya masyarakat.

TRENGGALEK – Hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menunjukkan perubahan pola pilihan sekolah masyarakat di Kabupaten Trenggalek. Sejumlah sekolah dasar (SD) negeri masih kesulitan memenuhi kuota penerimaan siswa baru, bahkan ada satu sekolah yang tidak mendapatkan murid baru sama sekali.

Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek mencatat, persoalan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi setelah proses penerimaan murid baru tahun ini selesai dilaksanakan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, mengatakan secara umum pelaksanaan SPMB berjalan lancar. Siswa yang sebelumnya belum mendapatkan sekolah telah diarahkan ke satuan pendidikan yang masih memiliki daya tampung.

Advertisement

"Insyaallah semuanya bisa bersekolah dengan lancar untuk penanganan SPMB tahun ini. Tetap kita akan melakukan evaluasi untuk persiapan SPMB tahun berikutnya," ujar Agus.

Meski seluruh calon peserta didik telah tertampung, Agus mengakui masih terdapat beberapa SD yang memperoleh jumlah murid baru dalam jumlah sangat kecil.

Salah satunya adalah SD Negeri 3 Karangturi, Kecamatan Munjungan. Sekolah tersebut menjadi satu-satunya SD negeri di Trenggalek yang tidak mendapatkan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Selain itu, terdapat sekitar 21 SD yang hanya menerima empat murid baru. Kemudian 18 SD memperoleh tiga murid baru, serta beberapa sekolah lainnya hanya mendapatkan dua siswa baru.

Menurut Agus, kondisi tersebut akan menjadi perhatian dalam evaluasi ke depan. Dinas Pendidikan akan melihat berbagai faktor yang menyebabkan masyarakat belum banyak memilih sekolah tersebut.

"Nanti akan kita lakukan evaluasi supaya tahun depan SD yang saat ini memperoleh murid sedikit bisa bertambah dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di lembaga tersebut," katanya.

SMP Lebih Stabil, Namun Ada Sekolah dengan Siswa Terbatas

Berbeda dengan jenjang SD, Agus menyebut penerimaan murid baru tingkat SMP relatif lebih stabil. Hampir seluruh SMP masih mendapatkan peserta didik baru, meskipun beberapa sekolah jumlahnya belum terlalu banyak.

Beberapa sekolah dengan jumlah penerimaan rendah antara lain SMP Negeri 6 Trenggalek, SMP Negeri 3 Munjungan, serta sejumlah SMP Satu Atap di Kecamatan Kampak, Dongko, dan Panggul yang menerima kurang dari 15 murid baru.

"Kalau SMP rata-rata semuanya mendapat murid. Cuma yang paling sedikit untuk daerah kota itu SMP 6. Kemudian yang sedikit lagi SMP 3 Munjungan. Yang lainnya SMP Satu Atap di Kampak, Dongko, dan Panggul di bawah 15 murid," jelas Agus.

Minimnya jumlah siswa di sejumlah sekolah menurut Agus tidak bisa langsung dimaknai sebagai persaingan antar lembaga pendidikan.

Menurutnya, perkembangan jumlah sekolah, baik negeri maupun swasta, membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan pendidikan bagi anaknya.

"Bukan persaingan sih. Sekarang di Trenggalek semakin banyak lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta. Masyarakat punya pilihan mana yang terbaik untuk putra-putrinya," ujarnya.

Karena itu, Dinas Pendidikan mendorong setiap sekolah terus meningkatkan kualitas layanan, mulai dari proses pembelajaran hingga pelayanan kepada masyarakat.

"Masing-masing lembaga memang kita imbau untuk terus meningkatkan kualitas dalam pelayanan pendidikannya. Bukan bersaing, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas proses pendidikan di sekolah," jelas dia. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait