Mengenal Tantangan Public Speaking, Bukan Sekedar Omon-omon
KBRT - Setiap pekerjaan apapun pasti ada tantangan yang berbeda-beda. Tantangan dalam public speaking kerap berasal dari diri sendiri seperti merasa grogi, gugup, takut salah, dan akhirnya menghambat pekerjaan sebagai public speaker.Public speaking erat kaitannya dengan kepercayaan diri dan penguasaan materi, sebab itu dalam menghadapi tantangan public speaking diperlukan kendali yang tepat. Ada b...
26 Feb 2025 • 17:00 WIB
Iluatrasi public speaker yang sedang mwnghadapi tantangan dalam berbicara kepada audiens. Pexels.com/Pavel Danilyuk
KBRT - Setiap pekerjaan apapun pasti ada tantangan yang berbeda-beda. Tantangan dalam public speaking kerap berasal dari diri sendiri seperti merasa grogi, gugup, takut salah, dan akhirnya menghambat pekerjaan sebagai public speaker.
Public speaking erat kaitannya dengan kepercayaan diri dan penguasaan materi, sebab itu dalam menghadapi tantangan public speaking diperlukan kendali yang tepat. Ada beberapa tantangan yang harus dapat dikendalikan oleh seorang public speaker, seperti dilansir pada Menjadi Public Speaker Andal karya Viera Restuani Adia.
Mengatasi Rasa Takut
Keberanian dalam berbicara adalah modal awal untuk menjadi public speaker. Dengan berani tampil didepan umum, maka akan mudah bagi seorang public speaker menyampaikan ide dan gagasannya.
Advertisement
Membuat Audiens Tertarik
Membuat audiens tertarik dengan topik yang dibahas, seorang public speaker yang baik harus mampu membuat khalayak bertahan mendengarkan apa yang disampaikan dari awal hingga akhir. Jangan sampai khalayak hanya bertahan selama 15 menit selebihnya mereka asyik sendiri atau satu persatu tertidur.
Bila hal ini terjadi, berarti ada yang salah dalam cara melakukannya. Entah karena nada suara yang monoton dan mimik wajah yang datar, atau gestur yang pasif.
Membuat Audiens Mengingat
Membuat audiens mengingat apa yang disampaikan, seorang public speaker harus mampu membuat audiens mengingat poin-poin yang kita sampaikan. Hal ini tentunya harus didukung dengan presentasi yang sistematis sehingga pesan yang disampaikan mudah dimengerti dan diingat.
Membuat Audiens Melakukan Apa yang Disampaikan
Ini adalah level tertinggi dari keempat level tantangan seorang public speaker. Di mana khalayak tidak saja mengerti dan memahami pesan yang disampaikan, tetapi juga secara sadar memutuskan untuk melakukan apa yang mereka dengar.
Ingat, ngomong itu bukan cuma doang tapi ungkapan yang bisa membuat orang lain mengerti, memahami dan bergerak atau melakukan sesuatu. Disinilah tantangan seorang public speaker yang tidak hanya cakap dalam penguasaan topik juga bisa membuat audiens melakukan apa yang telah disampaikan.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement