Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Kabar TrenggalekKabar Trenggalek

Press ESC / Click X icon to close

My Account

Mengenal Arisan Piauw, Teknik dan Taruhan Besar Untung Belakangan

  • 19 Feb 2025 09:00 WIB
  • Google News

    KBRT - Piauw dalam dunia arisan merupakan istilah untuk menggambarkan uang arisan sebagai modal yang potensial. Piauw digunakan oleh peserta arisan dimana siapapun yang narik di awal akan mendapat pinjaman murah.

    Arisan piauw adalah arisan di mana tidak dikocok pemenang arisan, melainkan siapa yang membutuhkan bisa memasang harga (bidding). Piauw atau bid yang paling tinggi (biasanya minimal 10% dari uang arisan) menjadi pemenang, dan mendapatkan sumber dana cepat dan tidak pakai ribet ini.

    Tawaran yang menggiurkan ini akan membuat peserta yang membutuhkan modal usaha atau keperluan lain bisa memasang harga untuk mendapat kocokan pertama. Teknik ini layaknya lelang kocokan pertama, siapa yang menawar harga tertinggi, itulah yang akan menang kocokan pertama.

    Piauw biasanya digunakan untuk arisan dengan jumlah iuran yang besar, sehingga peserta arisan ini pada umumnya adalah pengusaha yang sedang membutuhkan modal usaha atau sedang dalam kondisi butuh uang dengan cepat.

    Dilansir dari buku Kocok! Uncut: The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialities karya Joy Roesma dan Nadia Mulya, piauw adalah jumlah uang yang dipasang (biasanya minimal 10% dari uang arisan) oleh mereka yang ingin menang saat itu juga, mengingat uang yang menang di awal adalah seperti pinjaman murah.

    Piauw dibagi menjadi dua yaitu piauw tambah atau piauw kurang. Contoh kasus sebuah arisan dengan uang bulanan Rp 10 juta diikuti 10 orang. Pada piauw tambah, jika seorang anggota ingin memenangkan tarikan pertama, ia harus memasang harga, misal Rp 1 juta. Ternyata temannya ada yang lebih butuh, dan memasang Rp 1,5 juta. Yang memasang harga tertinggilah yang menang.

    Pemenang mendapatkan Rp 100 juta, tetapi bulan-bulan berikutnya (hingga akhir putaran) si pemenang pertama wajib menyetor Rp 10 juta ditambah “bunga” Rp 1,5 juta, jadi totalnya Rp 11,5 juta. Otomatis uang arisan bulan-bulan berikutnya naik menjadi Rp 101,5 juta.

    Nah, jika pada bulan kedua ada yang memasang piauw lagi, misal Rp 2 juta, ia harus menyetor Rp 10 juta ditambah “bunga” Rp 2 juta pada bulan ketiga dan berikutnya. Dan uang arisan bulan-bulan berikutnya naik menjadi Rp 103,5 juta, dan seterusnya. Ini berarti yang beruntung adalah yang menunggu manis pada akhir putaran, dengan menyetor hanya Rp 10 juta setiap bulan ia bisa mendapatkan return di atas 10% per bulan.

    Piauw kurang, tidak akan menambah uang kemenangan (semua tetap mendapatkan Rp 100 juta), tetapi uang bulanannya berkurang. Misal ada yang memasang piauw kurang Rp 1 juta pada bulan pertama, maka pemenang mendapatkan Rp 90 juta karena semua peserta di-“diskon” hanya membayar Rp 9 juta per bulan. Pada bulan-bulan selanjutnya hingga akhir, si pemenang pertama tetap membayar Rp 10 juta.

    Jika ada lagi yang memasang piauw kurang Rp 2 juta, maka peserta lain membayar Rp 8 juta saja. Pemenang kedua mendapatkan Rp 10 juta dari pemenang pertama ditambah Rp 8 juta, dikalikan sisa 9 peserta yaitu Rp 82 juta.

    Sama halnya dengan piauw tambah, yang beruntung adalah yang menang di akhir. Karena ia akan tetap mendapatkan Rp 100 juta, padahal setiap bulan menyetor di bawah Rp 10 juta.

    Kabar Trenggalek - Peristiwa

    Editor:Zamz

    ADVERTISEMENT
    journey scarpes