Membedah Makna Lagu Wirang Denny Caknan, Ternyata Sedalam Ini

Kesuksesan Denny Caknan dalam menggubah perasaan galau ke sebuah lagu patut diacungi jempol. Karena tiap lagunya sukses tertanam di hati para penikmat musik, khususnya penikmat lagu Jawa yang kebanyakan anak muda. Lagunya yang terbaru dan sukses viral adalah Wirang. Yang tak hanya melodinya enak dan mudah diterima, makna lagu Wirang Denny Caknan juga dalam. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan...

Membedah Makna Lagu Wirang Denny Caknan, Ternyata Sedalam Ini
Kesuksesan Denny Caknan dalam menggubah perasaan galau ke sebuah lagu patut diacungi jempol. Karena tiap lagunya sukses tertanam di hati para penikmat musik, khususnya penikmat lagu Jawa yang kebanyakan anak muda. Lagunya yang terbaru dan sukses viral adalah Wirang. Yang tak hanya melodinya enak dan mudah diterima, makna lagu Wirang Denny Caknan juga dalam. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan pantauan penulis, lagu Wirang itu memasuki peringkat kedua YouTube Music. Padahal baru dirilis sekitar 22 jam.  Kini, lagu yang diunggah di kanal YouTube Denny Caknan itu saat tulisan ini diterbitkan mencapai 1,6 juta penonton dengan 104 ribu suka. Tentunya ini jadi salah satu pencapaian Denny Caknan dalam industri musik Tanah Air. Terkait inspirasi cerita dalam lagu Wirang itu masih ada perdebatan di kalangan netizen. Ada yang menyebut kisahnya Denny Caknan dengan Happy Asmara, ada yang menyebutkan kisahnya Nopek Novian dan  Livy, atau memang menangkap inspirasi dari kisah-kisah fansnya.

Makna Lagu Wirang Denny Caknan

Wirang jika diartikan ke Bahasa Indonesia artinya malu. Konteksnya, si laki-laki dalam lagu sudah percaya diri dan bercerita pada temannya jika cintanya akan diterima sang perempuan. Namun, takdir berkata lain. Cintanya justru ditolak dan membuat si laki-laki malu. Ada yang unik dari video klip lagu Wirang. Karena dibuka scene perdebatan si laki-laki yang patah hati dengan sahabatnya. Perdebatan itu terjadi saat si laki-laki cintanya ditolak perempuan. "Tapi kowe kudu dong! Kowe ki sopo? Kowe ra pantes nggo dek'e, ngerti ra!? Aku yakin 99%, kowe ki mung ditolak! [Tapi kamu kudu sadar! Kamu itu siapa? Kamu tidak pantas untuknya, paham?! Aku yakin 99 % kamu ditolak!]" ungkap sahabatnya dengan nada keras. "Saka sing 99%, aku sing 1%. [Dari yang 99%, aku yang 1%]", ungkap laki-laki itu. Untuk membedah maknanya penulis terlebih dahulu menerjemahkan liriknya ke Bahasa Indonesia. Kemudian mengaitkan tiap kalimat sesuai konteksnya. Adapun makna lirik lagu Wirang Denny Caknan sebagai berikut: Sah, jam 11 malam aku kamu tinggalkan Kamu tolak tanpa ada sebab yang pasti, menyakiti Bait ini menggambarkan bagaimana laki-laki itu ditinggalkan oleh perempuan yang dicintainya pada malam hari. perempuan itu menolak cintanya tanpa memberikan alasan yang jelas, sehingga membuatnya merasa sakit hati. Aku terlanjur sayang, terlanjur sesumbar Hilangmu menjadi traumaku Setragis ini kisah bujangku laki-laki itu mengaku sudah terlanjur sayang dan sesumbar bahwa perempuan itu adalah miliknya, tetapi ternyata semua itu sia-sia. Kehilangan perempuan itu menjadi trauma baginya dan membuat kisah hidupnya sebagai bujangan menjadi tragis. Dinginnya angin malam datang Menemani aku kehilangan teman cerita Padahal cuma masalah cinta tapi menyakitkan Bait ini menunjukkan bagaimana laki-laki itu merasa kesepian dan sedih di tengah malam. Ia hanya ditemani oleh angin malam yang dingin, sementara perempuan yang dicintainya sudah pergi. Ia merasa bahwa masalah cinta yang dialaminya seharusnya tidak seberat itu, tetapi kenyataannya sangat menyakitkan. Jika akhirnya malu biar sekalian malu Jika akhirnya sakit biar tambah sakit Bait ini mengungkapkan bagaimana laki-laki itu bersikap pasrah dan putus asa. Ia merasa bahwa jika harus merasakan malu dan sakit karena cintanya, maka ia akan menerimanya dengan sepenuh hati.  Apa orang tulus sudah garisnya begini Selalu menemani, akhirnya kehilangan Ia bertanya-tanya apakah orang yang tulus mencintai seseorang harus mengalami nasib seperti ini, yaitu selalu menemani tetapi akhirnya kehilangan. Cintaku seperti bonsai anting putri Bait ini merupakan kiasan yang membandingkan cinta laki-laki itu dengan bonsai anting putri. Bonsai anting putri adalah tanaman hias yang memiliki daun berbentuk oval lancip berwarna hijau muda dan bunga berwarna putih yang harum. Kamu sirami pagi dan malam Meski cantik dan indah dipandangi, tapi dipaksa tidak bisa besar Tanaman ini disirami oleh perempuan itu setiap pagi dan malam, tetapi tidak dibiarkan tumbuh besar. Hal ini melambangkan bagaimana perempuan itu memberikan perhatian dan kasih sayang kepada laki-laki itu, tetapi tidak memberikan ruang untuk cintanya berkembang. Cinta laki-laki itu tetap cantik dan indah di mata perempuan itu, tetapi tidak bisa menjadi lebih dari sekadar teman. Sabar hati Sabar menghadapi, menanam bunga berbuah malu Bait ini menunjukkan bagaimana laki-laki itu mencoba bersabar dengan keadaannya. Ia berusaha sabar menghadapi rasa cinta yang tidak terbalas dan rasa malu yang timbul karena ditolak oleh perempuan itu. Ia menyadari bahwa menanam bunga cinta di hati perempuan itu hanya berbuah malu bagi dirinya. Sungguh menyiksa, terlalu dalam Kau anggap aku sebatas temanmu Ini malah cinta tapi menyakitkan Bait ini menegaskan kembali bagaimana laki-laki itu merasa tersiksa oleh cintanya. Ia merasa bahwa cintanya terlalu dalam untuk perempuan itu, tetapi perempuan itu hanya menganggapnya sebagai teman biasa. Ia merasa bahwa ini adalah cinta yang seharusnya membahagiakan, tetapi malah menyakitkan. Jika akhirnya malu biar sekalian malu Jika akhirnya sakit biar tambah sakit  Bait ini merupakan pengulangan dari bait ketiga, yang menunjukkan bahwa laki-laki itu tidak berubah dalam perasaannya.  Apa orang tulus sudah garisnya begini Selalu menemani, akhirnya kehilangan Ia tetap pasrah dan bertanya-tanya dengan nasibnya yang tulus mencintai perempuan itu, tetapi selalu menemani dan akhirnya kehilangan. Cintaku seperti bonsai anting putri Kamu sirami pagi dan malam Meski cantik dan indah dipandangi, tapi dipaksa tidak bisa besar Bait ini merupakan pengulangan dari bait keempat, yang menunjukkan bahwa laki-laki itu tidak berubah dalam kiasannya. Ia tetap membandingkan cintanya dengan bonsai anting putri yang disirami oleh perempuan itu, tetapi tidak bisa tumbuh besar.

Lirik Asli Lagu Wirang Denny Caknan

Sah jam 11 bengi aku mbok tinggalno Mbok tolak tanpo sebab sing pasti Nglarani Aku kadung sayang kadung gadang-gadang Ngilangmu dadi traumaku Ngenemen kisah bujangku Ademe angin wengi teko Ngancani aku kelangan konco crito Jane namung masalah tresno tapi kok yo loro Reff: Yen akhire wirang ben wirangpisan Yen akhire loro ben loro tenan Opo wong tulus wis garise ngene Slalu ngancani ilang endinge Tresnoku koyo bonsai anting putri Mbok sirami rino lan wengi Masio elok endah di sawangi tapi Dipekso ra iso gedhi Sabar ati Sabar ngadepi Nandure kembang tukul wirang Yongalah tenan Nandes e tenan We nganggep aku sewates koncomu Iki namung masalah tresno tapi kok yo loro Yen akhire Wirang ben Wirang pisan Yen akhire loro ben loro tenan Opo wong tulus wis garise ngene Slalu ngancani ilang endinge Tresnoku koyo bonsai anting putri Mbok sirami rino lan wengi Masio elok endah di sawangi tapi Dipekso ra iso gedhi Terjemahan: Sah, jam 11 malam aku kamu tinggalkan Kamu tolak tanpa ada sebab yang pasti, menyakiti Aku terlanjur sayang, terlanjur sesumbar Hilangmu menjadi traumaku Setragis ini kisah bujangku Dinginnya angin malam datang Menemani aku kehilangan teman cerita Padahal cuma masalah cinta tapi menyakitkan Jika akhirnya malu biar sekalian malu Jika akhirnya sakit biar tambah sakit Apa orang tulus sudah garisnya begini Selalu menemani, akhirnya kehilangan Cintaku seperti bonsai anting putri Kamu sirami pagi dan malam Meski cantik dan indah dipandangi, Tapi dipaksa tidak bisa besar Sabar hati Sabar menghadapi Menanam bunga berbuah malu Sungguh menyiksa Terlalu dalam Kau anggap aku sebatas temanmu Ini malah cinta tapi menyakitkan Jika akhirnya malu biar sekalian malu Jika akhirnya sakit biar tambah sakit Apa orang tulus sudah garisnya begini Selalu menemani, akhirnya kehilangan Cintaku seperti bonsai anting putri Kamu sirami pagi dan malam Meski cantik dan indah dipandangi, Tapi dipaksa tidak bisa besar Terima kasih sudah membaca artikel di Kabar Trenggalek. Semoga ulasan tentang "Makna Lagu Wirang Denny Caknan" ini bisa bermanfaat untuk Anda semua.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait