Kapasitas Naik Drastis, Sekolah Rakyat Trenggalek Butuh Puluhan Wali Asuh Baru
Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek membutuhkan puluhan wali asuh baru seiring rencana perpindahan ke gedung permanen berkapasitas 270 siswa.
18 Jun 2026 • 08:00 WIB
Kepala Sekolah Rakyat Trenggalek membutuhkan guru. KBRT/Zamz
Ringkasan
- SRT 50 Trenggalek bersiap menempati gedung permanen berkapasitas sekitar 270 siswa.
- Sekolah mengusulkan tambahan 44 tenaga kependidikan, termasuk 27 wali asuh.
- Pembangunan kompleks sekolah berasrama terpadu dilaporkan telah mencapai 80 persen.
TRENGGALEK – Bangunan baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek hampir siap digunakan. Namun di balik pembangunan fisik yang terus dikebut, ada pekerjaan rumah lain yang kini menjadi perhatian utama pengelola sekolah: mencari tenaga pendamping yang cukup untuk ratusan siswa yang akan tinggal di asrama.
Saat kapasitas sekolah meningkat hingga sekitar 270 siswa, kebutuhan sumber daya manusia juga ikut melonjak. Tidak hanya guru, sekolah membutuhkan puluhan wali asuh dan wali asrama yang nantinya bertugas mendampingi kehidupan sehari-hari para siswa.
Kepala SRT 50 Trenggalek, Yogyantoro, mengatakan pihaknya telah mengajukan penambahan tenaga kependidikan kepada Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) serta Biro SDM untuk mengantisipasi perpindahan ke gedung permanen.
Advertisement
"Karena insyaallah kami akan segera pindah ke bangunan permanen yang berkapasitas sekitar 270 siswa, kami bergerak cepat mengusulkan penambahan tenaga kependidikan ke Pusdiklat dan Biro SDM," ujar Yogyantoro.
Menurutnya, posisi yang paling mendesak saat ini adalah wali asuh. Dalam sistem pendidikan berasrama, peran mereka tidak hanya sebatas mengawasi siswa, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu proses pembentukan karakter dan kedisiplinan.
Sekolah mengusulkan tambahan 27 wali asuh, sembilan wali asrama, tiga operator sekolah, tiga bendahara, dan dua tenaga tata usaha.
Jumlah tersebut dinilai penting karena saat ini SRT 50 Trenggalek baru memiliki 11 tenaga pendamping. Sementara ketika seluruh kapasitas asrama terisi, kebutuhan pengawasan dan pembinaan akan meningkat signifikan.
"Kami menargetkan satu wali asuh mendampingi maksimal 10 siswa. Karena itu, kami membutuhkan tenaga pendamping yang cukup ketika seluruh asrama terisi penuh," jelasnya.
Bagi sekolah berbasis asrama seperti SRT, wali asuh menjadi sosok yang berinteraksi langsung dengan siswa hampir sepanjang hari. Mereka mendampingi aktivitas belajar, membangun kedisiplinan, hingga menjadi tempat siswa berkonsultasi ketika menghadapi persoalan pribadi.
Karena alasan itu, sekolah menetapkan syarat minimal lulusan sarjana atau S1 bagi pelamar wali asuh. Kandidat dari jurusan yang berkaitan dengan pendidikan dan pendampingan anak menjadi prioritas, meski kesempatan tetap terbuka bagi lulusan bidang lain.
"Syarat untuk melamar posisi wali asuh minimal lulusan sarjana. Kami memang memprioritaskan jurusan yang relevan, tetapi pelamar dari latar belakang pendidikan lain tetap memiliki peluang yang sama," terangnya.
Di sisi lain, pembangunan gedung permanen terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan yang diterima pihak sekolah dari manajemen proyek dan Dinas Sosial, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
"Informasi terbaru yang kami terima dari project manager dan Dinas Sosial menyebutkan progres pembangunan fisik sudah mencapai sekitar 80 persen," ungkap Yogyantoro.
Kompleks baru tersebut nantinya akan menjadi pusat pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan berasrama.
Yogyantoro berharap peningkatan jumlah siswa nantinya bisa diimbangi dengan ketersediaan tenaga pendamping dan tenaga administrasi yang memadai. Dengan demikian, kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter tetap terjaga meski kapasitas sekolah bertambah besar.
"Harapan kami, saat jumlah siswa bertambah, jumlah tenaga kependidikan juga ikut bertambah. Mulai dari wali asuh, wali asrama, hingga staf pendukung lainnya, agar proses pembelajaran dan pembinaan dapat berjalan maksimal," ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat Trenggalek Jadi Rebutan, SMP Penuh Tapi SD Masih Sepi
Tak Masuk Desil 1 dan 2? Anak Miskin di Trenggalek Tetap Punya Peluang Masuk Sekolah Rakyat