Harga Telur Naik di Watulimo, Pedagang Keluhkan Pasokan dari Peternak Berkurang
KBRT - Harga telur ayam ras di Pasar Sebo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan karena produksi dari peternak berkurang.Sukar, salah satu pedagang telur di Pasar Sebo, mengatakan harga telur saat ini berada di angka Rp25.000 per kilogram. Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp23.000 per kilogr...
24 May 2025 • 05:00 WIB
Harga telur di Kecamatan Watulimo Trenggalek. KBRT/Mirza
KBRT - Harga telur ayam ras di Pasar Sebo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan karena produksi dari peternak berkurang.
Sukar, salah satu pedagang telur di Pasar Sebo, mengatakan harga telur saat ini berada di angka Rp25.000 per kilogram. Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp23.000 per kilogram.
“Harga telur fluktuatif, sudah beberapa minggu ini harga Rp25 ribu per kilo, sebelumnya Rp23 ribu,” ujar Sukar saat ditemui di lapaknya, Kamis (22/05/2025).
Menurut Sukar, harga Rp25.000 per kilogram tergolong stabil. Di harga ini, ia mengaku lebih mudah menjual karena masih dapat mengambil keuntungan.
“Kalau dari segi pedagang penjualan itu lebih mudah di harga tinggi, karena kita bisa ambil untung. Kalau ditawar itu masih dapat lah untungnya,” jelasnya.
Namun, meski harga dinilai stabil, Sukar menghadapi kendala dari sisi pasokan. Ia menyebut, peternak mulai mengalami penurunan produksi telur, sehingga pasokan dari langganan tetapnya terbatas.
“Saat ini cari telur dari peternak saja sedikit sulit, peternak saya itu saja bagi-bagi sekarang. Makanya saya juga ambil telur dari Tulungagung,” ungkapnya.
Dalam sekali belanja, Sukar biasa membeli sekitar satu kuintal telur yang habis terjual dalam waktu lima hari. Ia berdagang di beberapa lokasi yakni Pasar Sebo, Pasar Templek, serta di rumahnya.
“Saya kalau pagi pas hari Pahing, Wage, Legi itu di Pasar Sebo. Sisanya di Pasar Templek, dan kalau siang buka di rumah juga,” katanya.
Sukar menjelaskan bahwa dalam satu hari, ia bisa menjual rata-rata 50 kilogram telur. Selain pembeli eceran, ia juga melayani pembelian grosir oleh sesama pedagang.
“Satu hari rata-rata bisa habis sekitar 50 kg, tapi ya tergantung. Kalau pedagang itu beli banyak, ya bisa lebih,” tandasnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Artikel Terkait
PPKM Diperpanjang Lagi, Warung Makan dan Pedagang Kaki Lima Boleh Buka dengan Prokes Ketat
Masalah Bansos, Kini Warga Bisa Lakukan Usul dan Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos