KBRT - Tujuh hari sudah Ramadhan berjalan, namun harga bumbu dapur masih belum stabil. Pada Sabtu (08/03/2025), harga bawang-bawangan terpantau mengalami kenaikan kembali.
Khoiriyatun (57), salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Basah, mengaku resah dengan kenaikan harga tersebut.
"Kemarin harga bawang merah satu kilogramnya masih di kisaran Rp40.000. Sekarang sudah naik menjadi Rp50.000 per kilo untuk yang berukuran sedang dan Rp55.000 untuk yang besar," ungkap pedagang yang biasa dipanggil Bu Atun tersebut.
Ia merasa heran terhadap kenaikan harga bawang merah yang melonjak drastis, naik Rp10.000 dari harga sebelumnya. Harga bawang putih, menurut Atun, juga mengalami kenaikan.
"Sedangkan bawang putih yang awalnya berharga Rp36.000, sekarang menjadi Rp40.000," ujarnya.
Atun mengaku kenaikan harga bawang putih masih bisa dimaklumi, tetapi kenaikan harga bawang merah cukup merugikan pedagang.
"Kalau saya mengambil stok saat harga naik dan barang tidak segera laku, maka barang akan terjual dengan harga murah. Tentunya saya merugi banyak," keluhnya.
Atun yang telah berjualan di Pasar Basah lebih dari 20 tahun juga mengeluhkan sepinya pelanggan.
"Hari-hari dalam bulan puasa ini sangat sepi, berbeda dengan Ramadhan tahun lalu. Saya rasa selain karena kenaikan harga, belanja online juga berpengaruh karena menjadi pesaing baru," tandasnya.
Menurut Atun, harga bahan pokok dan bumbu dapur masih berpotensi meningkat seiring berjalannya bulan puasa.
"Saya rasa harga bawang merah akan terus naik lebih tinggi ke depannya, begitu pun dengan harga bumbu dan bahan pokok lainnya," pungkasnya.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor:Zamz