Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Fakta Baru MBG Pogalan 2: Hasil Lab Aman dari Zat Berbahaya, Tapi Berbau

Menu MBG berbau di SMKN 1 Pogalan dipastikan bebas zat berbahaya, namun tetap ditarik demi keamanan konsumsi siswa.

Poin Penting

  • Menu MBG di SMKN 1 Pogalan sempat berbau dan ditarik dari sekolah
  • Hasil uji lab menunjukkan makanan bebas zat berbahaya dan bakteri
  • Dugaan sementara bau dipicu masalah penyimpanan, bukan kontaminasi

TRENGGALEK - Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Trenggalek memastikan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat berbau di SMKN 1 Pogalan tidak mengandung zat berbahaya, berdasarkan uji laboratorium. Menu MBG yang mengeluarkan bau tersebut berasal dari SPPG Pogalan 2 Yayasan Kemala Bhyangkari.

Meski demikian, makanan tersebut tetap ditarik dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi sebagai langkah pencegahan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin, menyebut temuan bau pada menu chicken bowl scramble dilaporkan pihak sekolah sekitar pukul 10.20 WIB, setelah distribusi dilakukan pagi harinya.

Menurut Andiek, proses produksi makanan sebenarnya telah melalui pengawasan sejak awal. Bahan baku dikirim ke SPPG Pogalan 2 pada Selasa (21/4/2026) sore, lalu diperiksa oleh ahli gizi sebelum disimpan dan diolah.

“Bahan baku dinyatakan baik, kemudian dilakukan penyimpanan dan pencampuran bumbu pada malam hari,” jelas Andiek.

Proses memasak dilakukan keesokan harinya sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah matang, makanan didinginkan, dikemas, dan sebelumnya juga telah melalui uji keamanan pangan pada pukul 05.00 WIB dengan hasil aman.

Distribusi ke SMKN 1 Pogalan dilakukan pukul 07.30 WIB. Namun beberapa jam kemudian, pihak sekolah menemukan perubahan aroma pada makanan.

“Secara fisik tidak ditemukan tanda pembusukan. Tekstur, warna, dan tidak ada jamur. Hanya aroma yang berubah,” ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, seluruh menu langsung ditarik dari sekolah sekitar pukul 10.30 WIB.

Hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menunjukkan makanan tidak mengandung zat berbahaya seperti metanil yellow, boraks, maupun formaldehida. Uji cepat bakteri E. coli juga menunjukkan hasil negatif.

ADVERTISEMENT

“Hasilnya ketiganya negatif. Pemeriksaan bakteri E. coli secara rapid juga negatif,” tegas Andiek.

Meski dinyatakan aman dari zat berbahaya, penyebab munculnya bau belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan menduga hal tersebut berkaitan dengan proses penyimpanan.

“Bisa jadi karena penyimpanan di suhu ruang yang kurang tepat atau durasi penyimpanan yang memengaruhi perubahan aroma,” ujarnya.

Dinkes juga mengingatkan pengelola dapur MBG agar lebih ketat menjaga standar keamanan pangan, termasuk suhu penyimpanan dan kebersihan lingkungan produksi.

“Setiap jenis makanan harus disimpan sesuai suhu yang tepat dan dijaga higienitasnya agar tidak terkontaminasi,” imbuhnya.

Ia menegaskan, makanan dengan perubahan sekecil apa pun sebaiknya tidak dikonsumsi.

“Lebih aman tidak dikonsumsi daripada berisiko menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sebelumnya, seluruh menu MBG di SMKN 1 Pogalan sempat dikembalikan karena dianggap berbau dan tidak layak konsumsi. Program tersebut disuplai dari SPPG Pogalan 2 yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari.

“Iya betul, semua kembali, di dalam menu bau dan tidak layak konsumsi,” ujar salah satu wali murid.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz