Cerita Kreatif Kabul Cultural Space: Tolak Tambang Emas Trenggalek Lewat Lagu Pakarti
Kabul Cultural Space (KCS) merupakan ruang kebudayaan yang menjadi wadah kreatifitas pelaku dan penikmat seni di Kabupaten Trenggalek Aktif sejak Januari 2021, hingga kini KCS telah menampilkan ragam gelaran dan karya seni. Beberapa di antaranya meliputi seni tari, teater dan musik. Salah satu karya seni musik yang diciptakan KCS ialah lagu bertajuk "Pakarti". Lagu ini muncul sebagai sik...
G
Ghani Yoseph
29 Dec 2023 • 12:17 WIB
- Kabul Cultural Space (KCS) merupakan ruang kebudayaan yang menjadi wadah kreatifitas pelaku dan penikmat seni di Kabupaten Trenggalek
- Aktif sejak Januari 2021, hingga kini KCS telah menampilkan ragam gelaran dan karya seni. Beberapa di antaranya meliputi seni tari, teater dan musik.
- Salah satu karya seni musik yang diciptakan KCS ialah lagu bertajuk "Pakarti". Lagu ini muncul sebagai sikap seniman KCS dalam menolak kehadiran tambang emas Trenggalek.
Kabul Cultural Space dan Masyarakat

Mencipta Lagu Pakarti

Makna Lagu Pakarti
"Nggalek wis ayem apa anane, adoh saka kutha sing panas hawane" [Trenggalek sudah tentram apa adanya, jauh dari perkotaan yang panas hawanya] Begitulah penggalan dua baris pertama lirik lagu "Pakarti". Dalam Bahasa Jawa, 'pakarti' berarti sikap, sifat atau perilaku. Makna 'sikap' itulah yang diambil oleh Kabul Cultural Space sebagai tajuk utama. Lagu "Pakarti" muncul sebagai bentuk pernyataan sikap seniman Kabul Cultural Space menolak tambang emas Trenggalek. Selain itu, lagu "Pakarti" juga membawa misi untuk menjadi pengingat masyarakat dalam melestarikan alam. "[Lagu Pakarti] Adalah pernyataan sikap. Bagaimana sikap kami menyikapi [kondisi] lingkungan di Trenggalek saat ini. Lek isa awakedewe ojo kehilangan 'emas hijau' dan 'emas biru' [Kalau bisa kita jangan sampai kehilangan kekayaan hutan dan kekayaan laut]," tutur Kurnia Septa. Dengan lirik yang sederhana, pendengar diajak untuk mengingat kembali kondisi alam di Bumi Menak Sopal saat kondisi asri. "Nalika cilik adus kali resik, Ora wedi kulit nganti mbesisik Yen tak angen pengin mbaleni, kaya wingi dulurku isih nyawiji Ndolani alam sing isih asri, Mangan saka asile bumi." [Saat kecil mandi di sungai bersih, Tak takut kulit sampai kering bersisik Bila kubayangkan ingin mengulang Seperti kemarin saudaraku masih bersatu Bermain ke alam yang masih asri Makan dari hasil bumi] Kurnia Septa menjelaskan, penulisan lirik sederhana dipilih agar terkesan dekat dengan obrolan sehari-hari. Penulisan lirik yang sederhana juga dipilih agar pesan dapat dengan mudah dimaknai. "Bayangkan asiknya jaman dulu. Bayangkan jika ini [tambang emas] terjadi, apa yang bakal kita wariskan ke anak cucu?," ucap Kurnia Septa. Pada pertengahan lagu, lirik "Pakarti" membawa para pendengar pada imajinasi rusaknya alam. "Saiki rasane sumpeg pikirku, nyawang keadaan sing ora tentu" [Sekarang rasanya sesak pikiranku, Melihat keadaan yang tak menentu] Kondisi dimana alam sudah tak asri, sungai-sungai telah tercemar, dan laut yang rusak menjadi 'mimpi buruk' yang coba digambarkan dalam lagu. "Jadi [lirik lagu "Pakarti] menceritakan mimpi sumber air susah, hasil laut sudah sulit didapat. Kan itu mimpi yang sangat buruk," jelas Kurnia Septa. Pada bagian akhir, lagu "Pakarti" ditutup dengan doa dan harapan agar kondisi rusaknya alam tak terjadi. Dalam video musik, pengharapan dalam lirik lagu ditimpali dengan kata "amin" selayaknya berdoa. "Muga muga iki mung ngimpiku, ora kedadéyan sing nganggu turu" [Semoga ini hanyalah mimpiku, Tak terjadi hal yang mengganggu tidur] Kurnia Septa juga menyampaikan harapan yang senada dengan lirik lagu "Pakarti". Menurutnya, kelestarian alam Trenggalek merupakan kekayaan yang harus dibanggakan dan dijaga, bukan malah dirusak dan dieksploitasi. Selebihnya, ia juga berharap karya KCS dapat menginspirasi seniman lain agar selalu membawa kearifan Kabupaten Trenggalek dalam karya seni. "Bangga menjadi Trenggalek itu adalah salah satu wujud syukur karena kita sudah dilahirkan di tanah yang indah ini," tutur Kurnia Septa. "Kita telah diberikan udara yang sejuk, kita minum dari air yang disediakan, kita makan dari sawah di depan. Apa yang bisa kamu berikan setelah Trenggalek memberikan sebegitu banyak hal untukmu?" tambahnya.Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Sosial
19 Jan 2024
Seniman Asal Brebes Pentas Wayang Tolak Tambang Emas di Trenggalek
Mata Rakyat
31 Jul 2024
Tambang Emas PT SMN di Trenggalek Tanpa Izin Kehutanan, JATAM: Sama Saja Tambang Ilegal
Mata Rakyat
31 Jul 2024
Tak Ingin Lingkungan Rusak, Masyarakat Trenggalek Konsisten Tolak Tambang Emas PT SMN
Lingkungan
19 Jan 2024
Jihad demi Agama, Ansor Munjungan Tolak Tambang Emas PT SMN
Lingkungan
19 Jan 2024
Musyawarah Daerah XII, Pemuda Muhammadiyah Trenggalek Konsisten Tolak Tambang Emas
Mata Rakyat
19 Jan 2024