Bangunkan Sahur di Trenggalek Berujung Petaka, Pick Up dan Sound System Ludes Dilalap Api
Mobil pick up warga Karanggandu, Watulimo, terbakar saat ronda sahur. Diduga bensin genset tumpah dan tersambar korsleting listrik.
23 Feb 2026 • 08:00 WIB
Mobil espas di watulimo trenggalek mengalami kebakaran. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Mobil pick up Daihatsu Espas terbakar saat ronda sahur di Karanggandu, Watulimo.
- Diduga bensin genset tumpah dan tersambar korsleting kabel.
- Kerugian ditaksir Rp 40 juta, polisi imbau tak gunakan sound system berlebihan saat sahur.
KBRT - Niat membangunkan warga untuk sahur justru berujung kerugian puluhan juta rupiah. Mobil pick up Daihatsu Espas milik Siswoyo (44), warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, hangus terbakar saat digunakan ronda sahur, Minggu (22/2/2026) dini hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.55 WIB ketika Siswoyo berkeliling kampung membawa perangkat sound system dan genset di bak belakang kendaraan.
Kapolsek Watulimo, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa kebakaran bermula saat kendaraan melintasi jalan menurun.
Advertisement
"Korban membawa Son Sistem Bersisi 4 biji isink dan midel serta jenset yang berada di (bak) belakang mobil," kata Sunarto.
Saat melintas di turunan, korban tidak menyadari bensin dari genset yang dibawanya tumpah. Di waktu hampir bersamaan, diduga terjadi korsleting kabel yang kemudian menyambar tumpahan bahan bakar tersebut.
"Api kemudian menyambar ke tangki kendaraan sehingga kendaraan tersebut terbakar," lanjutnya.
Api dengan cepat membesar dan melalap kendaraan beserta perangkat sound system yang diangkut.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp 40 juta, meliputi mobil pick up dan perlengkapan sound system.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat membawa peralatan berbahan bakar dan instalasi listrik, terutama di kendaraan terbuka.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp 40 juta, meliputi mobil pick up dan perlengkapan sound system.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat membawa peralatan berbahan bakar dan instalasi listrik, terutama di kendaraan terbuka.
Kapolsek Watulimo juga mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam membangunkan sahur menggunakan sound system keliling. Hal itu merujuk pada Surat Edaran Bupati Trenggalek Nomor 223 Tahun 2026 tentang peningkatan keimanan dan ketakwaan.
"Sudah ada surat edarannya dan sudah disosialisasikan. Bahwa membangunkan masyarakat untuk makan sahur cukup dengan menggunakan speaker dari masjid," kata dia.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Trenggalek Kantongi Rp19 Miliar untuk Bebaskan Lahan JLS Watulimo-Munjungan
Libur Sekolah Bikin Wisata Trenggalek Bergairah, Pantai Pelang Catat Lonjakan Pengunjung 50 Persen
Askab PSSI Trenggalek Dituding Otak-atik Database Pemain, Shrimp Army Gagal Turunkan Tim U-15
Es Balok Berhamburan di Jalan Watuagung, Gara-gara Mesin Truk Mati
Saat Musim Ikan Datang, Nelayan Prigi Justru Menepi: Gelombang Tinggi Paksa Kapal Berlabuh