Anak Muda Jangan Cuma Nunggu Kerja, Wamenaker Dorong Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Wamenaker Afriansyah Noor ajak generasi muda lebih aktif menciptakan peluang kerja di tengah dominasi sektor informal di Indonesia.
06 May 2026 • 16:00 WIB
Anak muda didorong menciptakan lapangan kerja. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Pemerintah soroti dominasi sektor informal dalam ketenagakerjaan
- Anak muda didorong jadi pencipta peluang kerja, bukan hanya pencari
- Program pelatihan dan inkubasi disiapkan untuk dorong wirausaha baru
JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mendorong generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada peluang kerja yang ada, tetapi mulai mengambil peran sebagai pencipta lapangan kerja. Hal itu disampaikan dalam acara pelantikan Biru Muda Project bertajuk UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026 di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti kondisi ketenagakerjaan nasional yang masih didominasi sektor informal serta tingginya jumlah angkatan kerja yang belum terserap optimal.
“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik, tetapi mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata,” ujar Afriansyah.
Advertisement
Afriansyah menjelaskan, saat ini lebih dari 155 juta tenaga kerja di Indonesia berada di sektor informal. Sementara itu, masih banyak tenaga kerja yang belum mendapatkan pekerjaan sesuai kebutuhan pasar.
Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari masih lebarnya jarak antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Akibatnya, banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di kalangan anak muda, agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi melalui penciptaan peluang kerja baru, terutama di era digital,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan sejumlah langkah strategis pada 2026. Di antaranya penguatan pelatihan vokasi melalui skilling dan reskilling, pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH), perluasan akses pelatihan termasuk bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan produktivitas lewat Labor Productivity Clinics.
Selain itu, pengembangan talenta juga diarahkan melalui program inkubasi guna mendorong lahirnya wirausaha digital baru. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pelaku ekonomi mandiri, termasuk di sektor ekonomi kreatif dan industri hijau.
“Seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global,” ucap Afriansyah.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Dari Garasi Sempit di Trenggalek, Kandang Ayam “Jago Anom” Malah Diburu Penghobi hingga Jakarta
Gerimis Tutup Trenggalek Menari 5, Mas Ipin: Tahun Depan Bisa Pentas di Air Terjun dan Pantai