Alun-alun Trenggalek Makin Instagramable, Lampu Proyeksi Baru Jadi Bagian Strategi Kota Atraktif Bupati
Pemkab Trenggalek menerima CSR Bank Jatim berupa lima titik Floor Projector Highlight yang akan mempercantik Alun-Alun dan mendukung konsep Kota Atraktif.
10 Jun 2026 • 18:00 WIB
Tanda tangan CSR dari Bank Jatim kepada Pemerintah Trenggalek. KBRT/Humas
Ringkasan
- Lima titik lampu proyeksi dipasang di kawasan Alun-Alun Trenggalek.
- Pemkab menilai ruang publik menarik dapat mendorong kunjungan dan ekonomi lokal.
- Bank Jatim juga menawarkan dukungan digitalisasi pariwisata dan layanan publik.
TRENGGALEK - Warga yang berkunjung ke Alun-Alun Trenggalek dalam waktu dekat bakal menemukan tampilan baru saat malam hari. Sejumlah sudut kawasan pusat kota itu kini dipercantik dengan instalasi Floor Projector Highlight, lampu proyeksi yang menampilkan berbagai visual menarik di permukaan area publik.
Fasilitas tersebut merupakan bantuan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Jatim yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (10/06/2026).
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menilai keberadaan lampu proyeksi itu bukan sekadar ornamen kota. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih hidup sekaligus mendukung konsep Kota Atraktif yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
Advertisement
"Saya mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih. Tapi sekarang sampai beberapa tahun ke depan, karena kita ingin mencapai kota atraktif dan salah satu attractiveness-nya itu bagaimana caranya Kota Trenggalek lebih menarik untuk kegiatan bisnis, kegiatan wisata dan lain sebagainya," ujar Arifin.
Menurutnya, tantangan pembangunan di Trenggalek tidak bisa dilepaskan dari keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mencari berbagai terobosan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada APBD.
Salah satunya dengan menghadirkan ruang publik yang lebih menarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Alun-Alun Trenggalek diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga yang mampu menggerakkan sektor ekonomi kecil di sekitarnya.
"Ada Floor Projector Highlight yang ada di Alun-Alun. Kemudian Alun-Alun kita inginnya kita extend sampai ke daerah aspalnya itu menjadi ruang publik. Toh setiap Sabtu malam Minggu, Jumat itu banyak orang berjualan juga. Nambah rejekinya pedagang karena Alun-Alunnya lebih berwarna warni," katanya.
Selain mempercantik kawasan kota, Pemkab Trenggalek juga tengah menyiapkan sejumlah penataan titik strategis lainnya. Harapannya, peningkatan kualitas ruang publik dapat berdampak pada naiknya kunjungan wisata dan pendapatan asli daerah (PAD).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi, Digital dan Operasi Bank Jatim, Wiweko Probojakti, menyampaikan bahwa program CSR merupakan bentuk kontribusi perusahaan kepada daerah yang menjadi pemegang saham sekaligus mitra pembangunan.
Menurut pria yang akrab disapa Didik tersebut, lima titik Floor Projector Highlight yang dipasang di kawasan alun-alun diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.
"Program CSR memang diamanahkan oleh Bank Jatim untuk diberikan kepada stakeholder dan shareholder. Dan karenanya acara hari ini secara official berupa Floor Projector Highlight sebanyak lima titik yang kesemuanya berada di Alun-Alun dan sangat indah," ujarnya.
Didik juga mengaku tertarik dengan sejumlah gagasan yang sedang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, termasuk konsep kawasan rendah emisi atau Free Emission Zone yang mulai diperkenalkan.
"Yang pertama karena saya senang jalan pagi, senang lari dan senang gowes tentunya sangat senang kalau melihat Free Emission Zone," katanya.
Selain dukungan melalui program CSR, Bank Jatim juga menawarkan penguatan digitalisasi layanan publik dan sektor pariwisata. Salah satu yang sedang disiapkan adalah pemanfaatan aplikasi J-Connect untuk mendukung transaksi digital dalam berbagai kegiatan dan event daerah.
Ke depan, pembelian tiket sejumlah acara di Trenggalek diharapkan bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi tersebut sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantre di lokasi penjualan tiket.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Jatim itu diharapkan tidak hanya menghadirkan wajah kota yang lebih menarik, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui ruang publik yang semakin aktif dan modern.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Ribuan Guru TK Bikin Alun-alun Trenggalek Berubah Jadi Panggung Tari
Berapa Saldo Minimum Bank BRI, BNI, dan Mandiri? Simak Regulasi Terbaru Mei Disini
Pangdam Tutup TMMD di Trenggalek, Dari Rutilahu hingga Sumur Bor
Harta Kekayaan Bupati Trenggalek Capai Rp38,9 Miliar, Mayoritas Berupa Tanah
Konflik Memanas di Kecamatan Pule, Warga Desak Bupati Trenggalek Pindahkan Camat