30 Pelajar SMA Trenggalek Ikuti Sekolah Pesisir, Belajar Konservasi Laut di Pantai Mutiara
KBRT – Sebanyak 30 siswa-siswi SMA di Trenggalek mengikuti kegiatan Sekolah Pesisir, sebuah program edukatif berbasis konservasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Blue Seed Indonesia di Pantai Mutiara, Kecamatan Watulimo, Senin (23/06/2025).Program ini merupakan bagian dari gerakan Tunas Biru atau Transformasi Upaya Nasional untuk Bumi Inklusif dan Unggul yang digagas oleh Yayasan Blue Seed Indone...
27 Jun 2025 • 20:00 WIB
30 Pelajar SMA Trenggalek Ikuti Sekolah Pesisir. KBRT/Mirza
KBRT – Sebanyak 30 siswa-siswi SMA di Trenggalek mengikuti kegiatan Sekolah Pesisir, sebuah program edukatif berbasis konservasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Blue Seed Indonesia di Pantai Mutiara, Kecamatan Watulimo, Senin (23/06/2025).
Program ini merupakan bagian dari gerakan Tunas Biru atau Transformasi Upaya Nasional untuk Bumi Inklusif dan Unggul yang digagas oleh Yayasan Blue Seed Indonesia.
Direktur Blue Seed Indonesia, Agus Jainuddin, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut, terutama kepada generasi muda.
Advertisement
“Ini program kami dari Yayasan Blue Seed Indonesia untuk edukasi konservasi di pesisir dan laut,” kata Agus.
Dalam kegiatan Sekolah Pesisir ini, peserta mendapatkan lima materi utama yang berkaitan dengan ekosistem pesisir, yakni:
Keanekaragaman hayati dan penanganan biota laut terdampar,
Pemanfaatan sumber daya alam pesisir dan laut,
Ancaman terhadap ekosistem pesisir dan laut,
Kearifan lokal masyarakat pesisir, dan
Status serta upaya konservasi wilayah pesisir.
Trenggalek menjadi kabupaten pertama yang dipilih untuk menggelar program ini. Agus mengungkapkan, tingginya antusiasme pelajar SMA di Trenggalek menjadi nilai lebih yang tidak ditemui di daerah lain.
“Antusiasme siswa di Trenggalek sangat tinggi, padahal tidak ada dorongan dari sekolah, murni inisiatif anak sendiri,” jelasnya.
Program ini digelar selama dua hari. Selain pembekalan materi, peserta juga dilibatkan dalam kegiatan aksi nyata di lapangan melalui kolaborasi dengan program Mutiara Underwater Festival and Conservation (Muf On) yang diinisiasi Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek.
Dalam rangkaian tersebut, peserta mengikuti aksi penanaman pohon pesisir, pembersihan pantai, hingga bersih-bersih bawah laut. Mereka juga mendapatkan simulasi penanganan biota laut yang terdampar.
“Selain sekolah laut, ada simulasi penanganan biota laut terdampar, penanaman pohon, dan bersih pantai,” tambah Agus.
Acara ini merupakan bentuk kerja bersama antara Yayasan Blue Seed Indonesia, Dinas Perikanan Trenggalek, dan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) setempat. Panitia menyediakan sekitar 12 tenda untuk tempat istirahat peserta selama kegiatan berlangsung.
Agus berharap semangat pelajar dan masyarakat dalam menjaga kelestarian laut terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat pesisir Trenggalek.
“Trenggalek mempunyai keanekaragaman hayati yang bagus dan terjaga, jadi perlu dijaga bersama-sama. Itu akan memberikan manfaat ke masyarakat,” tandasnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Verifikasi Ungkap Ketidaksesuaian Data Desil, 46 Anak Trenggalek Tetap Bisa Masuk Sekolah Rakyat
Masih Cari 10 Siswa Lagi, Tim Sekolah Rakyat Trenggalek Jemput Bola hingga Akhir Juni
Fakta Menarik Sekolah Rakyat, Siswa Tak Terima PIP tapi Seluruh Kebutuhan Dijamin
Libur Sekolah Tiga Pekan, Dapur MBG di Trenggalek Berhenti Beroperasi Sementara
Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek, Mampu Tampung Lebih Seribu Siswa