BerandaNewsKesehatanAngka Kematian Covid-19 Turun, Trenggalek Masih PPKM Level 3

Angka Kematian Covid-19 Turun, Trenggalek Masih PPKM Level 3

Terbit:

advertisement

Kabar Trenggalek Angka kematian corona virus disaese (Covid-19) di Kabupaten Trenggalek sudah menurun. Meski angka kematian Covid-19 turun, Trenggalek masih masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Kamis (21/10/2021).

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021, yang dirilis 18 Oktober 2021, kabupaten yang mengharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata masuk dalam PPKM level 3.

advertisement

Daerah yang masuk PPKM Level 3 yaitu Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan. Berikutnya, Kabupaten Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Blitar.

Kemudian, daerah yang masuk PPKM Level 3 yaitu Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Pamekasan. Lalu ada Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Bangkalan.

Baca juga: Pendataan Bansos Tidak Jelas, Ratusan Warga Trenggalek Mengadu ke LaporCovid-19

advertisement

Berkaitan dengan PPKM Level 3, Saeroni, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, (Dinkes PPKB) Trenggalek, memberi penjelasan. Saeroni mengatakan, angka kematian Covid-19 di Trenggalek mengalami penurunan drastis dalam satu bulan terakhir.

Dinkes PPKB Trenggalek mencatat, pada tanggal 2 Oktober 2021, angka kematian karena Covid-19 adalah satu orang. Sedangkan, jumlah keseluruhan orang yang meninggal karena Covid-19 yaitu 1.049 orang.

Kepala Dinkes PPKB Trenggalek, Saeroni, mengatakan angka rata-rata kematian dalam sebulan terakhir berkisar satu sampai tiga orang.

Baca juga: Kabar Baik, Angka Kematian Covid-19 Trenggalek Turun Drastis

advertisement

“Dalam satu bulan terakhir, angka kematian karena pandemi Covid-19 memang turun di Kabupaten Trenggalek,” ungkap Saeroni.

Saeroni mengatakan, penurunan kematian karena Covid-19 di Trenggalek dikarenakan beberapa hal. Pertama, jumlah kasus baru Covid-19 yang melandai dalam dua pekan terakhir, lalu tambahan kasus baru Covid-19 di Trenggalek rata-rata tiga per hari.

Ketika puncak kasus Covid-19 awal tahun 2021, Trenggalek sempat mencatatkan rata-rata tambahan puluhan kasus baru Covid-19. Bahkan, sempat menyentuh 115 kasus positif dalam sehari pada awal tahun 2021.

Saeroni mengatakan, penurunan kematian karena Covid-19 di Trenggalek dikarenakan beberapa hal. Pertama, jumlah kasus baru Covid-19 yang melandai dalam dua pekan terakhir, lalu tambahan kasus baru Covid-19 di Trenggalek rata-rata tiga per hari.

Baca juga: Penelitian Membuktikan Vaksin Mampu Menurunkan Penularan Covid-19

Ketika puncak kasus Covid-19 awal tahun 2021, Trenggalek sempat mencatatkan rata-rata tambahan puluhan kasus baru Covid-19. Bahkan, sempat menyentuh 115 kasus positif dalam sehari pada awal tahun 2021.

Kedua, angka kematian akibat Covid-19 mampu ditekan karena penanganan pasien sejak awal gejala. Para pasien asal Trenggalek yang bergejala awal langsung dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk segera ditangani. Dengan demikian, risiko fatalitas yang penuh bisa ditekan.

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Jawa Timur menyebut tingkat penyebaran/penularan atau rate of transmission (RT) Covid-19 atau di Kota Batu dan Kabupaten Trenggalek masih belum normal. Oleh karena itu, kedua daerah ini perlu mendapat perhatian dan kewaspadaan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril, mengatakan angka normal untuk RT Covid-19 sesuai dengan standar WHO (World Health Organization) yakni angka 1. Saat ini, RT di Jawa Timur berada di angka 0,37 atau di bawah angka 1.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Trenggalek Dimulai, Vaksinasi Covid-19 Perlu Digencarkan

“Namun pada skala daerah, untuk Kota Batu dan Trenggalek masih berada di atas angka 1, dan ini belum normal,” kata Jibril.

Jibril menjelaskan memang secara penambahan angka kasus baru di Trenggalek per 18 Oktober ini hanya ada 1 kasus, dan di Kota Batu bahkan 0 kasus. Untuk tren kesembuhan di Trenggalek juga cukup tinggi yakni sebanyak 7 orang.

Rate of transmission (RT) merupakan tingkat penyebaran virus yang dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat setempat. Dan naik turunnya RT bisa dilihat dari tinggi rendahnya mobilitas masyarakat. Jadi, data penambahan kasus dan pasien sembuh itu belum tentu menunjukkan RT virus membaik, ada indikator yang menentukan,” jelasnya.

Jibril meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah meskipun tren Covid-19 sudah melandai. Dia juga meminta masyarakat tidak mengasumsikan bahwa Covid-19 telah berakhir dan mengesampingkan protokol kesehatan (Prokes).

advertisement

Berita Baru

Ngambek! Rekomendasi Tak Digubris, Bawaslu Gugat KPU Trenggalek 

Kabar Trenggalek - Kemelut tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di kota alen alen Trenggalek...

Rukun Tani Sumberejo Pakel Menanam Bersama di Area Lindung Lahan Reklaiming

Rukun Tani Sumberejo Pakel bersama jaringan seperti WALHI Jawa Timur, LBH Surabaya dan jaringan...

Ngebut Benjut, Motor Lewat Jalan Tikus Seruduk Pikap di Trenggalek 

Kabar Trenggalek - Peristiwa nahas terjadi di Trenggalek, sebuah kecelakaan lalu lintas menimpa warga...

Viral Hari ini

Fakta Film Horor Pocong Mumun: Satu Aktor Berperan Tiga Karakter

Kabar Trenggalek - Film horor Mumun tayang di bioskop mulai Kamis (01/09/2022). Film horor...

Berita Terkait