Trenggalek Miliki Hutan 62 Ribu Hektare, Mayoritas Berisi Tanaman Pinus
KBRT - Hampir separuh dari luasan Trenggalek adalah kawasan hutan. Data menunjukkan, seluas 62.688,9 hektare adalah lahan milik perhutani dari total 126.140 hektare luasan kota alen-alen, Sabtu (15/02/2025).Dari total lahan milik perhutani tersebut masih terbagi menjadi tiga kawasan. Pertama terkait kawasan hutan lindung dengan seluas 18.053 hektare dan hutan produksi 44.635,9 hektare, kemudian ad...
15 Feb 2025 • 16:00 WIB
Trenggalek hampir dikuasai hutan milik perhutani. KBRT/Zamz
KBRT - Hampir separuh dari luasan Trenggalek adalah kawasan hutan. Data menunjukkan, seluas 62.688,9 hektare adalah lahan milik perhutani dari total 126.140 hektare luasan kota alen-alen, Sabtu (15/02/2025).
Dari total lahan milik perhutani tersebut masih terbagi menjadi tiga kawasan. Pertama terkait kawasan hutan lindung dengan seluas 18.053 hektare dan hutan produksi 44.635,9 hektare, kemudian ada 1.500 kawasan hutan dengan kategori kritis.
Wakil Kepala KPH Perhutani Kediri Selatan, Hermawan memaparkan lahan kritis itu seperti gunung di Kecamatan Durenan dengan batuan yang terdapat unsur tanah yang minim.
"Jadi berupa batu-batuan kayak gitu. Termasuk yang di orak arik yang ada pemancar,” jelasnya.
Advertisement
Sementatra itu, untuk hutan produksi di Trenggalek mayoritas terdapat tanaman pohon pinus dan jati. Jika hutan produksi sendiri dikelola oleh lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).
"Hutan produksi ini tergantung wilayah, misal seputaran Prigi, Watulimo itu hutan campur, hutan campuran di situ ada MPTS jadi tanaman cengkeh, durian, kelapa dan lain-lain," jelasnya.
Katanya, untuk total luas wilayah hutan Pinus di Trenggalek sekitar 17.000 hektar tersebar di berbagai Kecamatan. Mulai dari Kecamatan Panggul, Dongko dan Tugu.
Juga ada di Kecamatan Karangan, Kecamatan Trenggalek, Bendungan, termasuk Gandusari, Kampak serta Munjungan, nah jadi tersebar. "Untuk hasil hutan produksi dari Pinus itu bisa dinamakan produksi hasil hutan non kayu jadi akan diolah menjadi gondorukem dan minyak dari getah Pinus nya," ungkap Hermawan.
Dari hasil produksi sendiri, hasil hutan produksi getah pinus rata-rata sekitar 7.500 ton. Itu merupakan hasil dari para petani yang memanfaatkan tanah tegalan Pinus untuk diambil getahnya.
"Ini kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh petani, yakni melakukan sadapan getah Pinus. Dari hasil itu. Bisa untuk menambah kebutuhan hidup mereka," paparnya.
Lebih lengkap Hermawan juga menambahkan jika pendapatan seperti getah pinus merupakan target dari BUMN. Sedangkan nanti produksinya akan masuk ke Kementerian Kementerian BUMN.
"Jadi ada target pendapatan dari BUMN, pendapatan itu diambil dari getah pinus yang ada di Trenggalek," tandasnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Punya Timbangan untuk Jualan? Diskomidag Trenggalek Buka Tera Gratis Keliling 14 Kecamatan
Geopark Trenggalek Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Sekaligus Benteng Kawasan Kars
Tips Hemat Setelah Idul Adha, Tahan Sampai Gajian Berikutnya
Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu di Trenggalek Terpaksa “Kempeskan” Ukuran Dagangan
PMI Trenggalek Masih Dominasi Asia, Eropa dan Timur Tengah Sepi Peminat