Soal Baliho Penolakan Koperasi Desa Merah Putih, Anggota Komite SDN 1 Karangrejo Buka Suara
Sumarwan, anggota komite sekolah, mengaku terkejut melihat baliho penolakan Koperasi Merah Putih yang muncul di SDN 1 Karangrejo Kampak.
29 Nov 2025 • 08:00 WIB
Banner penolakan koperasi desa merah putih di Trenggalek. KBRT/Nandika
Ringkasan
- Anggota komite sekolah mengaku pertama melihat baliho penolakan saat antar anak sekolah.
- Pemasang baliho tidak diketahui dan belum dibahas di komite.
- Lokasi lapangan sekolah sudah diberi patok sebagai rencana pembangunan koperasi.
KBRT – Sumarwan, anggota komite sekolah sekaligus alumni SDN 1 Karangrejo, Kecamatan Kampak, mengaku terkejut saat melihat sejumlah baliho penolakan pembangunan Koperasi Merah Putih yang mendadak terpasang di lingkungan sekolah pada Jumat (28/11/2025).
Ia menemukan baliho tersebut ketika mengantarkan anaknya bersekolah di TK Dharma Wanita 1 Kampak yang masih satu kompleks dengan SDN 1 Karangrejo.
"Saya ngantar anak sekolah ke TK tadi pagi, saya lihat kok banyak banner-banner penolakan, saya ya tidak tahu permasalahannya apa," kata Sumarwan.
Advertisement
Menurutnya, baliho itu kemungkinan dipasang pada Kamis malam (27/11/2025). Hingga kini pihak yang memasangnya belum diketahui.
Salah satu baliho menampilkan tulisan, “Alumni SDN 1 Karangrejo Menolak Keras Pendirian Koperasi Merah Putih di SDN Karangrejo.”
Sumarwan menambahkan bahwa kemunculan baliho tersebut belum menjadi pembahasan dalam grup komunikasi komite sekolah.
"Pandangan saya ya kita menyadari aja keluhan dari para alumni mungkin karena kalau lingkungan sekolah digunakan untuk bisnis, dalam tanda kutip saya tidak tahu siapa yang memasang," ujarnya.
Sebelumnya, ia juga sempat mendengar informasi bahwa rencana pendirian Koperasi Merah Putih akan ditempatkan di area dekat Madrasah Ibtidaiyah.
Pantauan Kabar Trenggalek di lokasi menunjukkan lapangan sepak bola dan lapangan bola voli dengan lebar sekitar 20 meter telah dipasangi patok kayu dan tali pembatas.
Menurut Sumarwan, berdasarkan informasi dari salah satu guru, area tersebut memang direncanakan sebagai lokasi pembangunan koperasi.
"Kalau dari saya pribadi karena ini program pemerintah kita kan wajib mendukung. Tapi kalau ada pihak-pihak yang menolak ya silakan disampaikan aspirasinya, mungkin ada tanggapan dari pemerintah," tambahnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Bupati Trenggalek Ikut Saksikan Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Prabowo Bidik Ekonomi Desa Lebih Ngebut
Baru 8 Koperasi Merah Putih yang Jalan di Trenggalek, Sisanya Masih Tunggu Aturan Pusat
Hidup Tanpa Status di Taiwan Berujung Deportasi, TKW Kampak Kena Denda dan Blacklist ke Taiwan
Delapan Tahun Hidup “Tanpa Status” di Taiwan, PMI Asal Trenggalek Akhirnya Pulang Kampung
Caplok Lahan Perhutani, Koperasi Desa Merah Putih Trenggalek Tak Jadi Proses Pelepasan Kawasan Hutan