PSHT Trenggalek Pusat Madiun Tunjukkan Soliditas, Pengesahan Warga Baru Berlangsung Aman dan Tertib

PSHT Cabang Trenggalek Pusat Madiun mengesahkan 1.650 warga baru. Prosesi berlangsung aman dan kondusif berkat pengamanan terpadu.

PSHT Trenggalek Pusat Madiun Tunjukkan Soliditas, Pengesahan Warga Baru Berlangsung Aman dan Tertib

Pengamanan PSHT Trenggalek Pusat Madiun saat pengesahan warga baru. KBRT/Dok.PSHT

Ringkasan

  • Sebanyak 1.650 warga baru PSHT Trenggalek disahkan dari total 1.688 calon warga.
  • Pengamanan melibatkan 700 anggota Pamter, 500 warga PSHT, serta aparat gabungan.
  • Pengurus menekankan pentingnya persaudaraan, soliditas, dan menjaga kondusivitas daerah

TRENGGALEK – Ribuan pesilat memenuhi lokasi pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Trenggalek Pusat Madiun pada Selasa (16/06/2026). Di balik besarnya jumlah peserta, prosesi yang menjadi agenda tahunan organisasi tersebut berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Tahun ini, sebanyak 1.650 calon warga mengikuti prosesi pengesahan dari total 1.688 calon warga yang telah menjalani tahapan pembinaan. Sementara 38 calon warga lainnya dijadwalkan mengikuti pengesahan melalui cabang lain.

Ketua PSHT Cabang Trenggalek Pusat Madiun, Wijiono, mengatakan kelancaran kegiatan tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari internal organisasi hingga unsur keamanan dan pemerintah daerah.

Advertisement

Menurutnya, keberhasilan menjaga kondusivitas selama kegiatan menjadi bukti bahwa sinergi antara organisasi, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah dari 1.688 calon warga, sejumlah 1.650 calon warga bisa mengikuti prosesi pengesahan. Semua pihak memberikan apresiasi karena kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan kondusif," ujar Wijiono.

Sebagai salah satu organisasi pencak silat terbesar dan tertua di Indonesia, PSHT menurut Wijiono telah terbiasa menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam organisasi.

Ia mengibaratkan perjalanan organisasi seperti pohon besar yang akan semakin banyak diterpa angin dan badai. Karena itu, pengurus terus menanamkan nilai persaudaraan, loyalitas, dan soliditas kepada seluruh anggota.

"Badai yang datang bisa dari internal maupun eksternal. Yang dari internal tentu terasa lebih berat. Karena itu kami terus mempererat rasa persaudaraan, keguyuban, serta loyalitas seluruh warga SH Terate," katanya.

Selain memperkuat internal organisasi, PSHT Trenggalek juga berupaya menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan perguruan pencak silat lain yang berada di bawah naungan IPSI Kabupaten Trenggalek.

Wijiono menegaskan bahwa organisasi yang lahir dan berkembang di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat kembali kepada masyarakat.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama pengesahan, PSHT menerjunkan sekitar 700 personel Pengamanan Terate (Pamter) dari tingkat cabang dan ranting. Mereka diperkuat sekitar 500 warga PSHT yang membantu pengamanan di lapangan.

Pengamanan tersebut kemudian disinergikan dengan personel dari Polres Trenggalek, Kodim 0806 Trenggalek, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.

Kolaborasi itu melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, PDAM, serta unsur pendukung lainnya.

Menurut Wijiono, seluruh konsep pengamanan telah disiapkan jauh hari sebelum kegiatan berlangsung sehingga setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana.

"Kami jauh-jauh hari sudah mempersiapkan konsep pengamanan kegiatan pengesahan. Semua direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," ungkapnya.

Atas dukungan tersebut, PSHT Cabang Trenggalek Pusat Madiun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

"Kami atas nama keluarga besar PSHT Cabang Trenggalek mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Kapolres Trenggalek dan seluruh pihak yang telah membantu sehingga kegiatan pengesahan dapat berjalan tertib, aman, lancar, dan sukses," katanya.

Di akhir pernyataannya, Wijiono juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek atas dukungan yang diberikan selama ini. Ia sekaligus meminta maaf apabila aktivitas organisasi kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian masyarakat.

Menurutnya, PSHT terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan yang membangun agar organisasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Trenggalek.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait